Share

6.Balas Dendam

Lin Sha Na membuka matanya saat mendengar ketukan jendela di tengah malam.

Lin Sha Na bangkit. Ia berjalan menuju ke arah jendela. Lin Sha Na membuka jendela dengan perlahan sehingga tidak menimbulkan bunyi.

Seseorang berpakaian hitam menyerahkan setelan pakaian hitam kepadanya.

Dia adalah seorang pengawal yang dia suap untuk mengantarkan pakaian yang diperlukannya setelah pakaiannya diselesaikan oleh penjahit.

"Ingat! Jangan sampai kamu memberitahu hal ini ataupun tertangkap orang lain," ancam Lin Sha Na.

"Tenang saja, Nona. Semuanya aman."

Lin Sha Na menerima pakaian itu. Dalam sekejap orang itu menghilang.

Lin Sha Na segera pergi mengganti pakaian tidurnya dengan setelan hitam itu. Desain pakaian itu sesuai dengan yang diinginkan oleh Lin Sha Na dan selesai dalam waktu yang telah disepakati.

Lin Sha Na mengolah terlebih dahulu tanaman beracun miliknya dan menjadikannya dua variasi, jarum beracun dan bubuk beracun.

Setelah selesai Lin Sha Na membereskan semuanya.

Lin Sha Na keluar dari jendela rumahnya. Tempat tinggal Lin Sha Na tidak dijaga oleh para pengawal di Kediaman Menteri Lin. Hanya beberapa pengawal yang terkadang lewat memeriksa kalau-kalau ada penyusup yang masuk melalui halaman yang tidak terawat milik Lin Sha Na.

Lin Sha Na berlari di atas atap tanpa menimbulkan suara. Lalu, ia memasuki kediaman Selir Hao Yue dengan cara menyusup melalui jendela.

Sang selir tertidur lelap tanpa menyadari bahaya yang akan datang. Lin Sha Na menusukkan jarum beracun yang sangat kecil ke dalam kulit lehernya.

Itu adalah jarum beracun yang diracik olehnya. Tidak ada yang dapat membuat jarum beracun itu kecuali dirinya sendiri.

Racun yang di masukkan oleh Lin Sha Na ke dalam tubuh Selir Hao Yue akan membuatnya merasa sangat kesakitan dalam sepuluh hari hingga berfikir lebih baik mati daripada merasakan effek racun itu.

Setelah itu dia akan lumpuh, dia akan mengalami batuk darah, jantungnya akan terasa sangat sakit, semua indranya tidak akan berfungsi. Dan dalam waktu sebulan jika tidak meminum penawarnya maka dia akan mati.

Lin Sha Na berbalik setelah selesai menerapkan racun kepada tubuh selir. Sebelum pergi Lin Sha Na menoleh ke belakang.

Lin Sha Na berucap pelan, "Nikmatilah tidurmu malam ini, karena mulai besok, kamu tidak akan dapat tidur ataupun bernafas dengan nyenyak. Semua yang telah kamu lakukan terhadap ibuku akan terbalaskan satu demi satu."

Lin Sha Na menoleh ke depan dan pergi tanpa menoleh lagi.

...

Lin Sha Na pergi ke Kediaman Menteri Lin.

Melihatnya tidur nyenyak, mau tidak mau Lin Sha Na mencibir dalam hati.

Seorang ayah yang tidak adil dan tidak memiliki kasih sayang yang sama untuk anak anaknya tidak pantas untuk hidup. Lin Sha Na heran mengapa ibunya bisa sangat mencintai orang sepertinya.

Lin Sha Na melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan olehnya terhadap Selir Hao Yue.

Setelah selesai Lin Sha Na mengambil akta tanah yang bertuliskan atas namanya.

Kediaman Menteri Lin adalah milik ibunya yang di wariskan dari ayah angkatnya lalu di wariskan untuknya.

Ayahnya tidak dapat menggantinya. Karena, jika Lin Sha Na belum berusia dua puluh tahun dia tidak dapat menjual ataupun mengganti namanya kenama orang lain. Dan jika Lin Sha Na meninggal sebelum usianya dua puluh tahun, maka secara otomatis tanah akan dijual dan uang itu akan dibagikan kepada para pengemis dan anak yatim piatu.

Itulah mengapa mereka hanya menindasnya dan tidak membunuhnya.

Dan untuk para pelayan yang menindasnya, dia juga akan membalaskan perbuatan mereka.

Setelah selesai Lin Sha Na pergi ke kediaman Lin Ri Yue. Lin Sha Na menaburkan bubuk beracun ke wajahnya.

Lin Ri Yue memaksanya meminum racun dan menindasnya di luar rumah. Sementara saat didepan ayahnya dan Selir Hao Yue, dia akan bertingkah manis dan seolah dia adalah saudara tiri yang baik dengan wajahnya yang menjijikan. Mereka berakting dengan baik seolah mereka peduli kepada Lin Sha Na, namun nyatanya dibaliknya mereka selalu ingin segera menyingkirkannya.

Setelah itu, Lin Sha Na kembali ke  kamarnya dan tertidur lelap.

...

Sementara itu di tempat lain.

Seorang lelaki bersurai perak menatap ke kegelapan malam di luar jendelanya.

"Bagaimana?" tanya pria bersurai perak.

"Lapor, Yang Mulia, menurut penyelidikan hanya ada satu gadis yang memiliki surai pink dan tanda lahir bunga mawar di pergelangan tangannya, " ucap seorang pengawal yang tengah berlutut.

"Siapa?"

"Nona Sulung Kediaman Menteri Lin, Nona Lin Sha Na. Menurut rumor dia gadis yang memiliki wajah buruk rupa dan tidak memiliki keterampilan apapun. Namun, sekarang rumor berubah dikatakan bahwa kecantikannya dapat menghancurkan sebuah negara dan memiliki sikap yang sangat sopan dan baik."

Pria bersurai perak itu mengernyitkan dahinya. Ia ingat pernah menolong seorang gadis itu sebelumnya.

Yang tidak dia sangka, dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dan sangat berbakat. Terlebih dia mampu menyembuhkan racun yang berada di tubuhnya.

Ternyata ramalan itu benar.

"Jaga dia dengan beberapa pengawal bayangan. Jika nyawa nya terancam kalian boleh muncul menolongnya."

"Baik."

...

Keesokan harinya Kediaman Lin ramai oleh teriakan kesakitan Menteri Lin dan Selir Hao Yue.

Para tabib hanya pasrah, tidak ada satupun yang dapat menyembuhkannya.

Sementara itu, Lin Ri Yue menangis saat melihat wajahnya yang bernanah. Wajahnya terlihat sangat menjijikan. Semua pengawal dan pelayan menatap wajahnya dengan jijik.

Sementara Lin Sha Na berakting menangis. Padahal didalam hati Lin Sha Na tersenyum puas.

"Tabib tolong sembuhkan keluargaku, aku akan membayarnya berapapun biayanya. Meski mahal dan mereka sering menyiksaku tapi mereka tetap keluargaku. Aku tidak tega melihat mereka menderita."

Penampilan Lin Sha Na yang memohon dengan air mata dan terlihat menyedihkan membuat para tabib, pelayan, dan pengawal merasa bersimpati dengannya.

"Nona Lin, jika kami bisa, kami pasti akan menyembuhkannya. Tapi racun di tubuhnya sangat aneh. Kami belum bisa membuat obat apapun, bahkan untuk membuat obat penahan rasa sakit memerlukan tanaman obat langka yang hanya ada di Hutan Terlarang. Takutnya, jika pergi ke sana, bukannya menemukan tanaman justru nyawalah yang melayang."

Lin Sha Na berpura-pura pasrah.

"Kalau begitu aku tidak dapat melakukan apapun. Aku hanya bisa menatap mereka."

Sementara itu, Lin Ri Yue tengah mengamuk di kamarnya. Para pelayan takut untuk mendekat. Apapun akan Lin Ri Yue lakukan untuk membuat wajahnya kembali sempurna.

Setelah wajahnya sembuh, Lin Ri Yue bersumpah untuk membunuh orang yang meracuninya. Juga dia akan menunggu Lin Sha Na berusia dua puluh tahun untuk membunuhnya lalu semuanya akan menjadi miliknya.

Dengan begitu dia bisa hidup tenang dan menikah dengan putra mahkota.

...

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status