Wanita yang dia lepaskan

Wanita yang dia lepaskan

last updateHuling Na-update : 2026-05-13
By:  L'encreIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
21Mga Kabanata
5views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Bakat langka, masa depan yang menjanjikan, cahaya yang tak seorang pun bisa abaikan. Namun demi cinta, ia mengorbankan semuanya. Demi dia, ia memudar ke latar belakang. Demi dia, ia melepaskan mimpinya. Selama lima tahun, ia menjadi istri yang pendiam, bijaksana, dan tak terlihat. Ia yang dengan sabar menunggu pandangan, isyarat, atau kata-kata lembut yang tak pernah datang. Ia tak pernah benar-benar mencintainya. Ia hanyalah penghibur, wajah yang familiar sambil menunggu yang lain kembali. Ketika mantan pacarnya muncul kembali, ia menolaknya tanpa ragu. "Mari kita bercerai. Kau tak pernah lebih dari sekadar pengganti." Namun rasa sakit itu mengungkapkan kengeriannya: "vitamin" yang diberikannya setiap hari hanyalah pil KB. Ia mencuri lebih dari sekadar waktunya. Ia mencuri pilihannya. Ia pergi tanpa suara, tanpa air mata. Dan bertahun-tahun kemudian, ia terlahir kembali. Cemerlang. Bebas. Terpenuhi. Sedangkan untuknya? Ia menyesalinya. Dia mencarinya. Dia ingin merebutnya kembali. Tapi bagaimana kau bisa mendapatkan kembali orang yang telah kau lepaskan… ketika dia tidak punya alasan untuk kembali?

view more

Kabanata 1

BAB 1 – Pagi yang Sama Seperti Pagi Lainnya

Jam alarm berdering pukul 6:30, seperti setiap pagi. Dering yang nyaring dan tanpa perasaan itu memecah keheningan ruangan tanpa ampun. Anne meraba-raba dalam kegelapan, memegang meja samping tempat tidur, dan mematikannya dengan tekanan mekanis ibu jarinya. Keheningan kembali, tebal dan seperti kapas, hanya terpecah oleh detak jam ruang tamu yang terdengar dari kejauhan.

Ia tidak langsung membuka matanya. Ia tetap tak bergerak, wajahnya terbenam di bantal, anggota tubuhnya terasa berat, seolah tubuhnya menolak untuk memulai hari baru. Di sampingnya, seprai terasa dingin. Tidak ada siapa pun di sana lagi. Alexandre telah bangun tanpa sepatah kata pun, tanpa isyarat, tanpa pandangan. Ia meninggalkan ranjang pernikahan seperti orang meninggalkan kamar hotel, dengan ketidakpedulian sopan seorang asing.

Dia telah belajar mengenali ketidakhadirannya bahkan sebelum dia membuka matanya. Itu adalah keterampilan yang tidak pernah dia minta untuk peroleh, seperti banyak hal lain dalam hidupnya. Seperti berjalan berjinjit di rumahnya sendiri agar tidak mengganggunya. Seperti berbicara dengan nada pelan, selalu, bahkan ketika dia tidak ada di sana. Seperti menelan pil setiap pagi tanpa bertanya.

Ia perlahan duduk, bertengger di tepi tempat tidur, kakinya yang telanjang menyentuh lantai kayu yang dingin. Sentuhan kayu itu membuatnya menggigil. Tidak ada karpet. Alexander tidak suka karpet. "Karpet memerangkap debu," katanya. Ia sudah lama berhenti protes, memberi saran, berdebat. Sudah lama, ia berhenti eksis di mana pun kecuali dalam keheningan pikirannya sendiri.

Ruangan itu diselimuti senja kelabu, nyaris tak tertembus oleh cahaya redup yang menyaring melalui tirai. Tirai tebal berwarna krem, yang dipilihnya tiga tahun sebelumnya dengan antusiasme yang kini terasa tak dapat dipahaminya. "Tirai ini akan menghangatkan ruangan," katanya kepada penjual, matanya berbinar. Alexandre mengangkat bahu. "Terserah kau." Bahkan saat itu. Sejak awal, ia telah membangun tembok ketidakpedulian, dan ia, yang buta karena cinta, menabrak tembok-tembok itu tanpa menyadarinya.

Ia bangkit, mengenakan jubah tidurnya—jubah katun tua, yang sudah usang di bagian siku, yang ia simpan lebih karena kebiasaan daripada selera—dan menuju kamar mandi. Gerakannya lambat, mekanis, seolah didikte oleh program internal yang tidak lagi membutuhkan pemikiran. Menyalakan lampu. Menyalakan keran. Melihat dirinya sendiri di cermin.

Wajah yang terpantul di cermin adalah wajah orang asing. Lingkaran hitam pekat di bawah matanya, kerutan yang terukir seperti bekas badai. Kulit pucat, hampir seperti lilin. Rambut kusam, diikat terburu-buru, tergerai tak anggun di bahunya. Dia ingat saat matanya berbinar, saat orang-orang memuji tawanya, energinya, pancaran yang dia tunjukkan yang menarik perhatian semua orang. "Kau akan sukses," kata mentornya, Tuan Grandet, suatu hari setelah kuliah di mana dia memikat para hadirin. Dan dia memang sukses. Sampai di sini. Ke kamar mandi yang dingin ini, di rumah yang sunyi ini, di depan cermin yang memantulkan bayangan seorang wanita yang tidak lagi dia kenal.

Ia menyikat giginya tanpa berpikir, tatapannya terpaku, pikirannya melayang ke tempat lain. Ia sedang memikirkan undangan yang diterimanya sehari sebelumnya—seorang mantan kolega, sebuah konferensi, "Kau harus datang, kami membutuhkanmu." Ia tersenyum sopan, berjanji akan mempertimbangkannya. Tapi ia sudah tahu ia tidak akan pergi. Alexandre tidak akan mau. Atau lebih tepatnya, ia tidak akan mengatakan tidak, tidak secara eksplisit. Ia akan berkata "Apa pun yang kau inginkan," dengan suara yang berarti persis sebaliknya, dan ia akan tetap tinggal, seperti biasa, karena takut mengecewakannya, karena takut akan konflik, karena takut akan segalanya.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
21 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status