Short
หมอนวดชายตาบอดกับประธานหญิงโรคจิต

หมอนวดชายตาบอดกับประธานหญิงโรคจิต

โดย:  ฮัสกี้โผบินจบแล้ว
ภาษา: Thai
goodnovel4goodnovel
7บท
6.4Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

ในสถานการณ์ที่มีโรคระบาดหนัก เพื่อหาเงินมาเลี้ยงดูครอบครัวให้สุขสบาย ผมจึงหาอาชีพเสริมที่เป็นงานถนัดอย่างการเป็น----หมอนวดตาบอด แต่ผมคิดไม่ถึงเลยว่า ชั้นบนสุดของร้านหมอนวดตาบอด จะยังซ่อนบริการลับพิเศษบางอย่างเอาไว้ ลูกค้ารายแรกที่ผมต้องเจอหลังจากขึ้นไปทำงานบนชั้นสูงสุด คือหลิงเซียวเซียว ประธานหญิงคนสวยผู้ยิ่งใหญ่ในบริษัทที่ผมทำงานอยู่ เธออยากให้ผมบริการนวดเธอด้วยวิธีการพิเศษ...

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

บทที่ 1

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

BAB 1

"Jelita!" Suara seseorang memanggil namaku dari arah luar toko perlengkapan pakaian bayi.

Aku memicingkan mata, melihat empat orang yang sedang berjalan semakin mendekat ke arahku.

'Duh, malas sekali berhadapan dengan mereka,' batinku mengeluh.

"Tante Dira dan ketiga anak-anaknya, kamu pasti kenal dan belum lupa, 'kan?" ucap ibuku.

"Kenal lah, Bu. Baru juga lima tahun tidak ke Jakarta, mana mungkin Jelita lupa sama saudara-saudara Ibu, yang suka menghina dan mencaci-maki kita," sahutku.

Aku baru pulang setelah lima tahun berada di Kota Pekanbaru. Biasanya, ibuku dan adik-adikku lah yang akan mengunjungiku, tentunya dengan ongkos yang kukirimkan untuk mereka datang.

"Kapan datang?" tanya Zahra, tanpa menanyakan keadaanku terlebih dulu, setidaknya basa-basi ya kan?

Sepupuku itu melihatku dengan tatapan yang sulit untuk ku artikan. Kalau tidak salah, tatapannya masih sama seperti waktu Zahra mengataiku anak madesu. ( Masa depan suram)

"Apa betul suamimu pengusaha kuliner?" tanya Zahra lagi, matanya masih sibuk melihatku dari atas sampai bawah. Di mana-mana memang akan selalu ada manusia yang memandangiku begitu.

"Memangnya ada apa?" Jujur, aku ingin pergi saja dari hadapan mereka. Tapi, aku juga ingin lihat, apa mereka masih sama seperti lima tahun yang lalu?

"Mau memastikan saja, apa benar yang dikatakan ibumu ini? Kalau anaknya yang terkenal tidak pernah jajan saat sekolah, sudah menikah dengan pengusaha, apa benar?"

Aku yang sedang memilih baju bayi pun mengangguk seraya tersenyum semanis mungkin. Sejenak aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan, dunia terasa begitu sempit dan pengap saat aku berhadapan dengan saudara dan anak-anaknya dari adik ibuku ini.

"Ah! Sepertinya tidak mungkin, masa iya? Suaminya pengusaha? Coba lihat kakinya." Tante Dira menunjuk kebawah kakiku.

"Ck! Betul sekali, mana mungkin istri pengusaha pergi ke mal memakai sandal jepit! Ha-ha-ha ... tampangnya saja tidak cocok menjadi istri pengusaha, cocoknya jadi istri tukang kebun!" ejek Aldi, sepupu laki-lakiku yang bermulut lebar. Dari dulu memang suka mengejekku dalam hal apa saja.

"Ha-ha-ha! Ngaku-ngaku istri pengusaha, nyatanya istri pemul*ng! Tampilannya saja sudah seratus persen pemul*ng, sendal jepitnya saja sudah buluk begitu!" Tante Dira tertawa senang saat mengolok-olokku.

"Malu-maluin harga diri pengusaha saja, mimpi ketinggian kalau jatuh sakit, sadar diri lah Jelita, kamu itu cuma anak madesu. Ha-ha-ha!" Zahra tertawa keras sambil menepuk-nepuk bahuku.

Anak dan ibu sama saja. Aku sampai heran dibuatnya. Ibuku yang baik dan lemah lembut ini, kenapa bisa mempunyai saudara yang seratus persen sangat tidak mirip dengan ibuku? Mereka sama sekali tidak mirip mau wajah mau pun dengan sifatnya. Apa jangan-jangan Tante Dira ini anak pung*t? Aku harap begitu.

"Memangnya kenapa kalau aku memakai sandal jepit? Apa aku merugikan kalian?" ucapku tanpa melihat ke arah mereka.

Aku masih sibuk memilih-milih pakaian bayi bersama ibuku, sahabatku baru melahirkan, aku ingin memberikannya hadiah untuk bayinya.

Suamiku ikut, hanya saja suamiku malas untuk masuk ke dalam mal. Dia memilih untuk menunggu kami di dalam mobil.

"Kalian ini kenapa? Kenapa selalu menghina Jelita? Dia ini memang sudah menikah dan suaminya juga ada dibawah. Dia menunggu di-" Aku memegangi pergelangan tangan ibuku, mengedipkan mata agar ibuku tidak melanjutkan ucapannya.

Bukannya apa, aku hanya malas bila Ibu melanjutkan ucapannya. Maka, mereka akan puas menertawaiku lagi. Mereka mana percaya kalau aku bisa naik mobil, karena masa kecilku pernah naik mobil saat akan pergi ke acara nikahan saudara ibuku di Bandung. Dan aku mabuk berat saat menaikinya, kantong plastik tidak pernah jauh dari mulutku.

Sebutan 'norak, katrok, kampungan' adalah sebutan yang mereka lontarkan saat aku belum berhenti muntah-muntah setelah turun dari dalam mobil.

"Alah, kami bukannya menghina, melainkan berbicara apa adanya, Mbak Jeni tidak perlulah menutupi masa depan suram Jelita, dengan meninggi-ninggikan derajatnya yang palsu, pasti Jelita belum menikah hingga sekarang, 'kan? Tidak perlu sok-sok'an memilih pakaian bayi." Tante Dira berbicara dengan lancar, sama seperti dulu. Semakin tua semakin jahat dan pedas saja sifat dan mulutnya.

"Jelita memang sudah menikah Tante, hanya saja Jelita yang meminta Ibu untuk tidak memberitahu atau pun mengundang saudara Ibu yang jahat seperti Tante," sahutku.

"Idih! Diundang sekali pun, ogah banget hadir, pasti nikahnya cuma di KUA saja, tanpa acara besar-besaran seperti Zahra, asal kamu tahu ya, Zahra itu menikah dengan konglomerat, pestanya mewah dan berkelas, kalau tidak percaya, tanyain sama Ibu kamu yang masih hidup itu." Tante Dira menyombongkan diri dengan membanggakan Zahra di depanku.

"Duh, kuku-kukuku harus di ganti warna yang baru, bosen sekali melihat warnanya, baru juga dua hari," ucap Zahra sambil memainkan kuku-kukunya. Norak!

"Tuh, lihat, ini baru istri orang kaya, dua hari sudah mau ganti warna kuku, bukan seperti kamu, Jelita. Apaan tuh? Kukunya dikasih inai, pasti inai murahan yang daunnya harus ditumbuk dulu," sindir Tante Dira.

"Lain kali kita ke salon, yuk? Tenang saja, biar aku yang bayar, sekalian beli sandal yang bagus untuk kamu, biar tidak terus-menerus menghalu menikah dengan pengusaha. Ck, ck, ck!" Zahra tidak pernah berubah. Dia selalu memandang rendah kepada orang yang memakai sandal jepit.

Apa masalahnya dengan sandal jepit? Aku nyaman memakainya, suamiku juga suka memakainya.

Pernah suatu hari kami jalan-jalan ke Singapura. Suamiku menggunakan sandal jepit merk swalo*.

"Apa kamu tidak malu, Mas? Pakai jepit ke Singapura?" tanyaku padanya. Suamiku menjawab.

"Untuk apa malu? Kamu lihat orang-orang yang ada diruangan ini. Ada orang Korea, Jepang, Malaysia, India. Mereka tidak malu kan? Malahan mereka hanya memakai pakaian yang biasa-biasa saja, yang penting ini harus tebal." Suamiku menunjukkan dompet yang sedang kupegang.

"Oh, maksudmu, tidak apa-apa tampilan sederhana yang penting banyak duit, gitu?" Suamiku mengangguk seraya terkekeh kecil.

Suamiku orang Pekanbaru. Jadi, aku tidak pernah pulang ke Jakarta sejak ayahku meninggal dunia. Ibu tinggal dengan kedua adikku. Yang bungsu masih sekolah SMP dan yang satunya lagi sudah kuliah. Sedangkan aku memilih merantau setelah lulus SMA

Siapa sangka? Aku yang lulus SMA dipinang dengan pemilik restoran besar di Kota Pekanbaru. Aku menikah dan menggelar resepsi pernikahan di Kota Pekanbaru tepatnya dua tahun yang lalu. Tentunya hanya dihadiri Ibu dan adik-adikku. Saudara-saudara Ibu tidak kami beritahu, hanya akan membuat rusuh saja bila mengundang mereka.

Aku tersadar dalam lamunan saat Aldi melempar sesuatu ke arahku.

"Jangan kurang ajar, ya, Aldi!" hardikku. Tenyata Aldi melempar permen kapas ke rambutku dan membuat rambutku menjadi lengket.

"Lihatlah, Jelita termenung, pasti Jelita sedang meng-halu. Pastinya ingin mendapatkan suami seperti suamiku, biar bisa perawatan kecantikan sepertiku," ucap Zahra.

"Lagian ngapain berada di sini? Siapa yang punya bayi, kamu?" kata Aldi tersenyum remeh.

"Minimal, nikah dulu biar punya bayi, terus ganti dulu sandal jepitnya, biar terlihat berkelas gitu, ini toko pakaian bayi yang mahal, memangnya sanggup untuk bayar?" Tante Dira tersenyum jahat melihat ke arahku.

Geram dan gerah sekali melihatnya.

"Memangnya, kalau memilih pakaian bayi harus nikah dan punya bayi dulu? Tidak, 'kan? Ya, pasti tidaklah! Zita saja dulunya punya anak tanpa menikah dan tanpa punya suami, 'kan?" ucapku yang pastinya sangat menohok sekali dihati Tante Dira.

Bagaimana tidak, Zita anak bungsu Tante Dira hamil di luar nikah dan pacarnya kabur entah ke mana. Adikku Rindu yang memberitahunya, kalau ibuku tidak pernah memberitahu, karena Ibuku pasti takut menceritakan aib keponakannya. Takut akan terjadi kepada anak gadisnya yang masih tersisa dua yang belum menikah.

Plak!

Plak!

BERSAMBUNG...

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ
ไม่มีความคิดเห็น
7
บทที่ 1
ผมชื่อหลัวเยว่ เป็นพนักงานขายสินค้าในช่วงไม่กี่ปีที่ผ่านมาเนื่องจากเกิดโรคระบาดครั้งใหญ่ ธุรกิจของบริษัทจึงซบเซาลงอย่างมาก แม้จะต้องขอบคุณสวรรค์ที่ยังรักษาหน้าที่การงานเอาไว้ได้ แต่ไม่มีค่าคอมมิชชั่นการขายเลยเมื่อไม่มีทางเลือก เพื่อเลี้ยงดูภรรยาและลูกให้อยู่รอด นอกเหนือจากงานประจำ ผมจึงหางานพาร์ทไทม์ซึ่งเป็นอาชีพดั้งเดิม---หมอนวดผมไม่เคยเรียนมหาวิทยาลัย หลังจบมัธยมปลาย ผมก็เข้าเรียนโรงเรียนอาชีวะโดยตรง เรียนการนวดกดจุดแบบแพทย์แผนจีนแต่ผมไม่เคยภูมิใจในทักษะนี้เลย พอเรียนจบก็ไปหางานขายทันทีถ้าไม่ใช่เพราะตอนนี้หาเงินไม่ได้จริงๆ ผมก็คงไม่คิดจะกลับมาทำงานที่ต้องใช้ทักษะนี้อีกตอนที่หางานพาร์ทไทม์เป็นหมอนวด ผมรู้ว่าหมอนวดตาบอดจะได้เงินมากกว่า ก็เลยเกิดความคิดแผลงๆ ขึ้นมาผมซื้อแว่นตาดำมาใส่ แกล้งทำเป็นคนตาบอดเข้าไปสมัครงานที่ร้านหมอนวดตาบอดเพราะฝีมือผมดี ก็เลยได้ทำงานพาร์ทไทม์นี้อย่างราบรื่นดังนั้น ตอนกลางวันผมจึงทำงานขาย ตอนกลางคืนก็แกล้งทำเป็นคนตาบอดไปนวดให้คนอื่นคิดว่าชีวิตคงเป็นแบบนี้ไปเรื่อยๆ เงินที่ได้จากการนวดก็พอที่จะเลี้ยงครอบครัวได้แล้วแต่หลังจากที่ผมทำงานเป็นหม
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 2
ผมคอยเตือนตัวเองในใจว่าต้องไม่มีข้อผิดพลาด แล้วเริ่มนวดให้เธอผิวของหลิงเซียวเซียวนุ่มและเนียนมาก สัมผัสมือยอดเยี่ยมมากผมนวดด้วยวิธีปกติ แต่หลังจากนวดไปสักพัก หลิงเซียวเซียวก็พูดขึ้นมาอย่างไม่พอใจ"คุณกำลังทำอะไร? เจ้านายไม่ได้บอกวิธีนวดให้คุณหรือไง?"ผมชะงัก ยังไม่ทันได้ตั้งตัวเธอก็จับมือผมไปวางแปะที่ก้นของเธอผมกลืนน้ำลายลงคอ มือสั่นเล็กน้อยขณะบีบนวดก้นของเธอแม้ว่าเมื่อวานเจ้านายจะบอกเป็นนัยๆ และผมก็พอเดาได้ว่าบริการพิเศษบนชั้นบนสุดคืออะไร แต่เมื่อต้องทำจริงๆ ผมก็ยังแอบกลัวอยู่บ้างไม่นานหลังจากที่ผมใช้มือทั้งสองข้างนวดคลึงไปมา หลิงเซียวเซียวก็เริ่มครางเบาๆผมมองเธอกัดริมฝีปากล่าง ใบหน้าเต็มไปด้วยเสน่ห์เย้ายวนใจ แทบจะทนไม่ไหวอยากกระโจนเข้าใส่เดี๋ยวนั้นผมใช้ทุกเทคนิคที่มี ทำให้หลิงเซียวเซียวสั่นสะท้านจนตัวกระตุกหลายครั้ง"ไม่เลวนี่ ฝีมือดีมาก"หลังการนวดจบลง หลิงเซียวเซียวก็นั่งพักสักครู่ จุดบุหรี่สูบแล้วพูดขึ้นมาผมยืนอย่างนอบน้อมอยู่ข้างๆเธอพ่นควันบุหรี่เป็นวงกลมใส่ผม ก่อนจะหยิบเงินปึกหนึ่งจากกระเป๋าออกมาวางบนเตียงนวดผมจ้องตรงไปข้างหน้า ไม่แม้แต่จะมองเงินนั้นผ
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 3
คราวนี้ผมไม่ได้ต่อต้านขัดขืนอีกหนึ่งคือเงินที่เธอเสนอมันล่อตาล่อใจ สองคือผมก็ไม่ได้รังเกียจอะไรเธอเธอใช้งานผมอย่างหนักหน่วงเป็นเวลาครึ่งชั่วโมงเต็มเล่นเสียเอวผมแทบจะหักหลังจากนั้น เธอก็สูบบุหรี่สำหรับผู้หญิงโดยไม่พูดไม่จาอะไรผมนวดบริเวณไตตัวเองพลางครุ่นคิดไม่ใช่หรือว่าหลิงเซียวเซียวแต่งงานแล้วเหรอ? ทำไมถึงทำตัวเป็นภรรยาที่อดอยากหิวกระหายมาหลายปี?หรือว่าสามีเธอไร้น้ำยา?ผมคิดถึงความเป็นไปได้มากมาย"เสี่ยวหลัว เสี่ยวหลัว!"ขณะที่ผมกำลังคิดเพ้อเจ้อ วิทยุสื่อสารในเสื้อของผมก็ดังขึ้นผมได้สติกลับมา รีบคว้าวิทยุสื่อสาร"พี่หวัง มีอะไรเหรอครับ?"พี่หวังตะโกนอย่างร้อนรน "รีบพาแขกวีไอพีเข้าทางลับเร็ว! มีคนกำลังบุกขึ้นมา!"ผมตกใจ หลั่งเหงื่อเย็นเยียบออกมาเต็มแผ่นหลังทุกห้องบนชั้นบนสุดของร้านนวดนี้มีทางลับเชื่อมต่อเอาไว้ เพื่อให้แขกวีไอพีสามารถออกไปได้อย่างสะดวกเมื่อเกิดเหตุฉุกเฉินผมไม่มีเวลาคิดมาก รีบเดินไปที่มุมห้องและกดที่ปุ่มลับแห่งหนึ่งภาพแขวนบนผนังเปิดออก ประตูลับปรากฏขึ้น"เร็วเข้า!"ผมจูงหลิงเซียวเซียวที่เปลือยกายมุดเข้าไปในประตูลับหลิงเซียวเซียวหรี่ตามองผม
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 4
ผมก้มหน้าลง ไม่กล้าสบตาหลิงเซียวเซียวเลยไม่ต้องคิดก็รู้ว่าเธอต้องมองผมด้วยสายตาที่อยากจะกินเลือดกินเนื้อตลอดพิธีรับรางวัล ผมปิดปากเงียบไม่พูดอะไรสักคำหลังจบพิธี ผมรีบวิ่งลงจากเวทีเหมือนกำลังหนีอะไรบางอย่างตอนกลางคืนเมื่อผมไปถึงร้านนวด พอเข้าประตูไปก็เจอเจ้าของร้านพอดี"หลัวเยว่ ตามผมมา"เจ้าของร้านสีหน้าเคร่งขรึมผมรู้สึกใจคอไม่ดี แต่ก็พูดว่า "เถ้าแก่ จะไปไหนหรือครับ"พลางใช้มือคลำกำแพงรอบๆ เดินไปเจ้าของร้านมองผมด้วยสายตาเย้ยหยัน แล้วพูดว่า "พอเถอะ เลิกแสดงได้แล้ว ผมรู้หมดแล้วว่าคุณไม่ได้ตาบอด!"ร่างกายผมสั่นเทาสุดท้ายอะไรจะเกิดก็ต้องเกิดอยู่ดี!ผมรู้ว่าหลิงเซียวเซียวต้องเป็นคนบอกแน่ๆ วันนี้เธอเห็นผมแล้วคงโกรธจนทนไม่ไหวผมปล่อยมือลง มองเจ้าของร้าน รอฟังว่าเขาจะพูดอะไร"ตามผมมา"เขาพาผมเดินไปที่ห้องทำงานของเขาเจ้าของร้านนั่งบนเก้าอี้ มองสำรวจผม พลางทำเสียงชื่นชม "หลัวเยว่ นายแกล้งได้เนียนมากนะ ผมเจอคนตาบอดมาเยอะ แต่ดูไม่ออกเลยว่านายตาบอดจริงหรือปลอม"ผมยิ้มแหยๆ"เถ้าแก่ครับ ผมขอโทษ ผมไม่ได้ตั้งใจจะหลอกคุณ แต่ที่นี่รับแค่หมอนวดตาบอด ผมเลยไม่มีทางเลือก..."ผมเริ่
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 5
"เจ้าซื่อไห่! คุณจะหยุดบ้าได้หรือยัง!"หลิงเซียวเซียวเดินออกมาด้วยสีหน้าเคร่งเครียดเธอกวาดตามองรอบๆ ด้วยสายตาเย็นชา ไม่มีใครกล้าสบตากับเธอ ทุกคนต่างรีบกลับไปที่โต๊ะทำงานของตัวเองผมรู้สึกเหมือนว่าสายตาของเธอหยุดอยู่ที่ใบหน้าผมสักพัก หรือผมแค่คิดไปเองเฉยๆ?ผมส่ายหัวแล้วรีบกลับไปที่โต๊ะทำงานของตัวเองหลิงเซียวเซียวลากชายแก่กลับเข้าไปในออฟฟิศแล้วปิดประตูไม่นาน ก็มีเสียงทะเลาะและเสียงข้าวของแตกกระจายดังมาจากในห้อง"เจ้าซื่อไห่! คุณจะให้ฉันทำยังไง! คุณแต่งงานกับฉันแล้วทิ้งให้ฉันอยู่คนเดียวมาหลายปี คุณยังจะให้ฉันทำยังไงอีก!"หลิงเซียวเซียววิ่งออกมาจากออฟฟิศด้วยใบหน้าที่มีรอยฟกช้ำดำเขียว"กูจะฆ่ามึงให้ตาย!"เจ้าซื่อไห่หน้าตาดุร้าย ถือท่อนเหล็กไล่ตามหลิงเซียวเซียวไปติดๆผมใจหายวาบ ถ้าโดนตีด้วยท่อนเหล็กนั่นคงไม่รอดแน่เห็นหลิงเซียวเซียววิ่งมาทางผม สีหน้าผมเปลี่ยนไปมา สุดท้ายก็ตัดสินใจลุกขึ้นขวางเจ้าซื่อไห่ไว้"มึงหลีกไปให้พ้นเลย!"เจ้าซื่อไห่จ้องผมอย่างดุร้ายผมกลืนน้ำลาย "หยุดเถอะครับ ถ้ายังทำต่อต้องมีคนตายแน่""มึงคิดว่าตัวเองเป็นใคร? มีสิทธิ์อะไรมาเสือกเรื่องชาวบ้าน?" เจ้าซ
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 6
ผมหันหน้าไป และเห็นหลิงเซียวเซียวเธอนั่งอยู่ข้างเตียงคนไข้ กำลังปอกแอปเปิ้ล"คุณหลิง"ผมรีบลุกขึ้นนั่งทันทีหลิงเซียวเซียวกดผมให้นอนลง "นอนพักผ่อนให้ดีๆ เถอะ""คุณหลิงเป็นคนพาผมมาโรงพยาบาลเหรอครับ" ผมถามหลิงเซียวเซียวพยักหน้า "ฉันเลิกงานแล้วเห็นคุณหมดสติอยู่บนพื้น""ขอบคุณครับ คุณหลิง" ผมมองเธอด้วยความซาบซึ้งหลิงเซียวเซียวโบกมือ แล้วมองผมอย่างพินิจ"หลัว...อุก..."เธอกำลังจะพูด แต่กลับเกิดอยากจะอาเจียน รีบเอามือปิดปากแล้วโน้มตัวไปที่ถังขยะ"คุณหลิง คุณไม่เป็นไรนะครับ"ผมรู้สึกเป็นห่วงหลิงเซียวเซียวอาเจียนอยู่พักหนึ่ง ก็เช็ดปากแล้วจ้องมองผมไม่วางตาผมถูกเธอมองจนรู้สึกอึดอัด"หลัวเยว่ ฉันท้อง" เธอพูดขึ้นมาแบบทันควันผมชะงัก มองเธอด้วยความสงสัยเรื่องที่เธอท้องนั้น หลังจากเจ้าซื่อไห่บุกมาก่อความวุ่นวาย ทั้งบริษัทก็รู้กันหมดแล้วหลิงเซียวเซียวเงียบไปครู่หนึ่ง กัดริมฝีปากล่าง "เป็นลูกของนาย""อ๋อ" ผมพยักหน้า แล้วจู่ๆ ก็เงยหน้าขึ้นมองหลิงเซียวเซียวด้วยความไม่อยากเชื่อ"คุณว่าอะไรนะ?! ลูกผม?! เป็นไปไม่ได้!"ปฏิกิริยาแรกของผมคือคิดว่าเธอพูดเรื่องเหลวไหลทั้งเพมันเป็นไ
อ่านเพิ่มเติม
บทที่ 7
"ห้ามขยับ!"พวกเขาไม่พูดอะไรมาก รีบจับผมกดลงกับพื้นทันทีสมองผมว่างเปล่าไปหมดจนกระทั่งถูกพาตัวมาที่สถานีตำรวจ ผมถึงได้สติแม่งเอ๊ย! หลิงเซียวเซียวหลอกใช้ผม!"คุณตำรวจครับ! ผมถูกใส่ร้าย! ผมไม่ได้ฆ่าเจ้าซื่อไห่!"ตำรวจพูดเสียงเรียบเฉย "เมื่อวานตอนเย็น เจ้าซื่อไห่พาคนไปรุมทำร้ายคุณ""ผม...""เจ้าซื่อไห่ถูกเชือดคอ เลือดไหลจนหมดตัว บนอาวุธมีลายนิ้วมือของคุณ และตัวคุณก็เปื้อนเลือดของเจ้าซื่อไห่เต็มไปหมด""กล้องวงจรปิดที่บ้านเจ้าซื่อไห่ก็ถูกทำลาย""เรามีเหตุผลเพียงพอที่จะสงสัยว่าคุณฆ่าเขาเพื่อแก้แค้น"ทุกประโยคที่เขาพูดออกมา ทำให้สีหน้าผมซีดลงเรื่อยๆ"ไม่ใช่! ผมไม่ได้ทำ! หลิงเซียวเซียวนัดให้ผมไปที่บ้านเธอ! เธอวางยาผม เธอเป็นคนฆ่าเจ้าซื่อไห่!"ผมตะโกนอย่างตื่นตระหนก แต่ตำรวจเพียงแค่มองผมเฉยๆเขาเริ่มถามคำถามผมหลายข้อ ผมตอบพวกเขาตามความจริงทุกข้อ"สารวัตรครับ มีบางอย่างไม่ชอบมาพากลครับ ลายนิ้วมือที่บ้านเจ้าซื่อไห่ มันสะอาดผิดปกติเกินไปครับ มีหลงเหลือแค่ของเจ้าซื่อไห่กับหลัวเยว่"สารวัตรตำรวจหยุดชะงัก หรี่ตาลง "คุณหมายความว่าที่เกิดเหตุถูกจัดฉากเอาไว้แล้ว?""มีความเป็นไปได้สูงม
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status