ᴛʜᴇ ɢɪʀʟ ɪ ɴ̶ᴇ̶ᴠ̶ᴇ̶ʀ̶ ʟᴏᴠᴇᴅ

ᴛʜᴇ ɢɪʀʟ ɪ ɴ̶ᴇ̶ᴠ̶ᴇ̶ʀ̶ ʟᴏᴠᴇᴅ

last update最終更新日 : 2025-07-02
作家:  Ivy連載中
言語: English
goodnovel16goodnovel
10
0 評価. 0 レビュー
16チャプター
1.2Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Tragedy

Drama

Contemporary

Badboy

Intelligent

Possessive

Hate to Love

Regret

First Love

She never wanted to fix him. He was chaos, destruction, a man who wore his scars like armor. And she? She was the fool who dared to love him anyway. Revansh Malhotra was everything Aarini Joshi should have stayed away from—reckless, heartless, and incapable of love. But somewhere between his cruel smirks and broken promises, she saw a glimpse of the boy he once was... and the man he could become. "I don't want to fix you, Malhotra," she told him once. "But I wish to love you so fiercely, so fearlessly, that you won't have a choice but to change—for yourself, and for me." In a world where love is often a battlefield, Aarini chooses to fight not with anger, but with unwavering devotion. But some wars aren't meant to be won. Will her love heal a heart that’s forgotten how to feel? Or will she end up shattering herself in the process? A story of raw love, heartbreaking choices, and the painful beauty of believing in someone who refuses to believe in themselves.

もっと見る

第1話

ᴛʜᴇ ʙᴇɢɪɴɴɪɴɢ ᴏꜰ ʜɪꜱ ᴍɪꜱᴛᴀᴋᴇ

"Besok langsung operasi? Cepat sekali?"

Dokter penanggung jawab menyerahkan rekam medis kepadaku dan bertanya dengan nada heran, "Dokter Peter sebentar lagi pulang dari dinas. Tunggu dia kembali untuk menemanimu ...."

Aku memotong pelan, "Ini urusanku sendiri, bisa kuatasi sendiri."

Dokter itu agak terkejut.

Bagaimanapun juga, aku terkenal sangat manja di sini. Jangankan operasi, sakit kepala atau demam ringan saja aku pasti merengek minta ditemani Peter.

Baru saja keluar dari ruang praktik, aku langsung berpapasan dengan sosok yang familier.

Peter Khafi sedang mendorong koper, seolah baru turun dari pesawat dan langsung bergegas ke rumah sakit.

Inggrit Danis, seperti biasa mengekor di belakangnya. Dia mengenakan mantel wol hitam, hadiah ulang tahun ketiga hubungan kami yang kuberikan untuk Peter.

Peter mengernyit.

"Kenapa kamu di sini? Kamu sakit lagi?"

Lagi.

Nadanya terdengar jengkel dan terbiasa, seolah aku adalah masalah yang merepotkan untuk diurus.

Dia merebut rekam medisku, membacanya sekilas, lalu memerintahku, "Besok aku ada urusan. Undur waktu operasimu sampai minggu depan, nanti kutemani."

Aku refleks menyahut, "Aku bisa sendiri, nggak usah merepotkanmu, terima kasih."

Sikap yang terlampau sungkan dan berjarak itu membuat Peter tertegun.

Padahal dulu, ujung jariku teriris kertas saja, aku akan menangis dan bermanja-manja kepadanya.

Setiap hari aku akan membombardirnya dengan pesan singkat hanya untuk memilihkan baju.

Mulai dari hal sekecil makan tiga kali sehari, hingga keputusan besar dalam hidup, aku selalu berdiskusi dengan Peter.

Namun sekarang, aku bisa menghadapi operasi seorang diri tanpa mengubah ekspresi wajah.

Jika tidak kebetulan berpapasan, dia yang berstatus sebagai kekasihku, bahkan tidak akan tahu hal ini.

Aku merebut kembali rekam medisku. Tanpa sengaja, tindakanku menyenggol kotak obat di tangan Peter hingga terjatuh.

Nama obat itu terlihat jelas di depan mataku. Sekotak ... pil KB.

"Jangan salah paham."

Peter membungkuk untuk mengambilnya, suaranya terdengar formal dan berjarak, "Inggrit kena nyeri haid yang parah, ini obat yang biasa digunakan untuk meredakannya."

Inggrit merapatkan mantelnya, lalu menjelaskan dengan suara lirih dan panik, "Maaf, Kak Talia. Dokter Peter sebenarnya mau langsung pulang. Ini semua salahku yang nggak bisa apa-apa. Karena terlalu sakit sampai nggak bisa berdiri, aku terpaksa merepotkannya untuk menemaniku mengambil obat."

Dia terdiam sejenak, lalu menambahkan dengan nada iri yang tulus, "Seandainya aku bisa mandiri seperti Kak Talia, jadi nggak perlu merepotkan Dokter Peter untuk mengurusku ke sana kemari."

Dulu, aku pernah sakit perut dan bertanya kepada Peter harus berobat ke poli mana.

Tahu apa yang dikatakan oleh wakil kepala dokter saraf termuda di rumah sakit rujukan utama itu?

Dia bilang tidak tahu.

Saat aku mengeluhkan sikap acuhnya, dia menjepit pangkal hidungnya dengan lelah, menatapku seperti melihat anak kecil yang membuat masalah.

"Hal sekecil ini, apa kamu nggak bisa cari tahu sendiri?"

"Kamu sudah dewasa, bisa nggak lebih mandiri? Jangan selalu bergantung padaku seperti bayi gede begini."

"Aku bukan orang tuamu, aku nggak ada kewajiban mengajarimu kebiasaan hidup sehari-hari seperti ini."

Sungguh ironis. Kepada pacarnya sendiri, dia sangat malas bicara. Tetapi kepada adik tingkatnya, dia rela menemani wanita itu periksa dan mengambilkan obat.

Orang yang tidak tahu pasti akan mengira Inggrit adalah kekasihnya.

Jika itu aku yang dulu, aku pasti sudah kehilangan kesabaran dan langsung memicu pertengkaran di tempat.

Namun sekarang, aku hanya mengiyakannya dengan pelan, suaraku terdengar datar tanpa emosi.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

コメントはありません
16 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status