LOGIN街頭ビジョンに映るVTuber達に憧れた一人の少女がいた。お世辞にも良いとは言えない彼女の家庭環境では憧れに手を伸ばすことすら叶わない。 しかし、それは彼女が諦める理由にはならない。家を出て就職し、プライベート全てを憧れに近付くための自己鍛錬に費やした。 いくら彼女に才があろうと努力をしようと両親から逃げ続けている以上は表舞台には上がれないし、憧れ続けたVTuberにもなれない。彼女は最期までVTuberにはなれず、来世を夢見て死んでいった。 これは、そんな彼女の来世が舞台のシンデレラストーリー。 ※#〇.5の回は本編に直接的には関わりません。でも、読むとキャラ達のいる世界のことをもっと知れます。
View MoreSuara pekikan kecil terdengar diikuti oleh suara dentingan piring yang jatuh, membuat suasana pesta menjadi hening.
Ryan Pendragon menoleh ke arah sumber suara dan melihat seorang gadis kecil, mungkin berusia sekitar 10 tahun, berdiri kaku dengan wajah pucat.
Di depannya, seorang pria tinggi besar dengan mata tajam berdiri menjulang, jasnya yang mahal kini bernoda makanan yang tumpah.
"Ma-maafkan saya, Tuan," gadis kecil itu terbata-bata, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Pria itu menatap gadis kecil tersebut dengan tatapan dingin yang menusuk. Tangannya terkepal erat, dan Ryan bisa melihat urat-urat di lehernya menegang karena menahan amarah.
Melihat situasi yang semakin tegang, Ayah Ryan–William Pendragon bergegas menghampiri mereka. Ia berlutut di samping gadis kecil itu, mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya.
"Tidak apa-apa, Nak. Itu hanya kecelakaan," ujar William lembut sambil mencoba membersihkan noda di sepatu gadis itu. Kemudian ia berdiri dan menghadap pria yang terlihat marah itu. "Master Lucas, saya William Pendragon. Mohon maaf atas insiden ini. Biarkan saya membantu membersihkan jas Anda."
Namun, kebaikan William rupanya tidak diapresiasi. Master Lucas menatap William dengan pandangan merendahkan.
"Apa yang kau lakukan?!" bentaknya pada William. "Kau pikir sapu tanganmu yang murahan itu bisa membersihkan jas mahalku?!"
William tersentak, "Maaf, saya hanya bermaksud membantu. Mungkin kita bisa—"
PLAK!
Suara tamparan itu menggema di seluruh ruangan. William terhuyung, pipinya memerah akibat pukulan pria itu.
Ryan membeku. Matanya melebar menyaksikan adegan di depannya. Ia ingin berlari, ingin menyelamatkan ayahnya, tapi kakinya seolah terpaku di lantai.
"Kau pikir kau siapa?!" teriak pria itu lagi. "Berani-beraninya kau menyentuhku dengan sapu tangan kotormu!"
William mencoba menjelaskan, "Tuan, saya hanya bermaksud membantu. Ini hanya kecelakaan kecil dan—"
"DIAM!" Pria itu semakin murka. Tangannya bergerak cepat, mencengkeram kerah William. "Kau tidak tahu siapa aku? Aku bisa menghancurkanmu dan seluruh keluargamu dalam sekejap!"
Ruangan itu mendadak sunyi. Tak ada yang berani bersuara, apalagi bergerak untuk membantu William.
Ryan akhirnya berhasil menggerakkan kakinya. Ia berlari mendekati kerumunan, berusaha menembus para tamu yang menonton kejadian itu dengan wajah pucat.
"Ayah!" teriaknya.
Namun sebelum Ryan bisa mencapai ayahnya, sesuatu yang mengerikan terjadi.
Master Lucas, dengan gerakan yang sangat cepat, menebas leher William Pendragon dengan tangan kosongnya. Seketika itu, kepala William menggelinding, diikuti robohnya tubuh William ke lantai.
"TIDAK!" Ryan berteriak histeris. Air mata mengalir deras di pipinya saat ia melihat ayahnya roboh ke lantai, darah mengalir deras dari lehernya.
Orang-orang mulai berteriak panik. Beberapa wanita pingsan menyaksikan kejadian berdarah itu.
Namun tak seorang pun berani mendekati William yang telah tewas, ataupun menghentikan pria yang baru saja membunuhnya.
Ryan berlutut di samping tubuh ayahnya, tangannya gemetar memeluk potongan kepala William. "Ayah ... Ayah!"
Ryan meraung, matanya liar mencari-cari bantuan. Ia melihat wajah-wajah familiar di antara kerumunan.
Orang-orang yang dulu selalu memuji keluarga Pendragon, teman-teman lama ayahnya, bahkan pamannya sendiri.
Tapi tak seorang pun bergerak. Mereka hanya berdiri diam, wajah mereka campuran antara ketakutan dan ... penghinaan? Seakan akhir seperti ini sudah sepantasnya diterima oleh keluarga Ryan!
Amarah membakar dada Ryan. Dengan gerakan cepat, ia meraih pisau makan dari meja terdekat dan menyerbu ke arah pembunuh ayahnya.
"KUBUNUH KAU!" teriaknya, mengayunkan pisau itu sekuat tenaga.
Namun pria itu terlalu kuat. Dengan satu tangan, ia menangkap pergelangan tangan Ryan, menghentikan serangannya dengan mudah.
Ryan menatap mata pria itu. Dingin, tanpa emosi. Seolah membunuh seseorang di depan umum adalah hal biasa baginya.
"Keluarga Pendragon dari Golden River, ya?" Pria itu berkata, suaranya sedingin es. "Kau pikir kau siapa? Bahkan jika kau adalah keluarga yang berada di posisi paling atas, aku tetap bisa membunuhmu dengan menjentikkan jariku!"
Ia melempar Ryan ke lantai dengan kasar. "Dan kau, dasar sampah tak berarti, kudengar kau terkenal di daerah ini karena tidak berguna. Haha, dan kau ingin membunuhku? Bahkan jika aku memberimu seratus tahun, kau tetap tidak berguna!"
Ryan tergeletak di lantai, tubuhnya gemetar karena shock dan amarah. Ia ingin bangkit, ingin membalas, tapi tubuhnya seolah kehilangan seluruh kekuatannya.
Tiba-tiba, seseorang menarik lengannya dengan kuat. Ryan menoleh, melihat ibunya, Eleanor, dengan wajah pucat dan berlinang air mata.
"Ibu?" bisiknya bingung.
Tanpa berkata apa-apa, Eleanor mendorong Ryan sekuat tenaga ke arah jendela besar yang mengarah ke Sungai Emas di belakang Paviliun Riverside.
PRANG!
Kaca jendela itu pecah, dan Ryan merasakan tubuhnya melayang di udara sebelum akhirnya tercebur ke dalam air sungai yang dingin.
Sebelum kesadarannya menghilang, Ryan melihat ibunya berlari ke arah pria pembunuh itu, wajahnya penuh tekad ... dan keputusasaan.
Air sungai yang deras menarik tubuh Ryan, menghanyutkannya entah kemana. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Mengapa semua ini terjadi? Mengapa tidak ada yang membantu? Mengapa ibunya mendorongnya?
Dan yang paling penting ... apa yang akan terjadi padanya sekarang?
Entah sudah berapa lama Ryan hanyut, ia tidak dapat menghitungnya. Ketika kesadarannya mulai berangsur menghilang, Ryan merasakan sebuah tangan kuat menariknya ke permukaan. Samar-samar, ia melihat wajah seorang pria tua sebelum semuanya menjadi gelap.
*Lima tahun kemudian*
Angin dingin berhembus kencang di puncak Gunung Langit Biru. Di sebuah gua yang tersembunyi, seorang pemuda berdiri tegak, matanya terpejam dengan konsentrasi mendalam.
"Fokus, Ryan!" Suara serak seorang pria tua terdengar. "Rasakan aliran energi di sekitarmu. Biarkan Teknik Matahari Surgawi mengalir dalam meridianmu!"
Ryan Pendragon membuka matanya. Cahaya keemasan berpendar dari tubuhnya, menerangi seluruh gua.
Dengan satu gerakan tangan, batu-batu besar di sekitarnya terangkat ke udara, melayang seolah tak memiliki bobot.
Pria tua itu tersenyum puas. "Bagus. Kau sudah siap."
Ryan menurunkan batu-batu itu kembali ke tempatnya. Ia berbalik, menatap pria yang telah menjadi gurunya selama lima tahun terakhir.
"Guru," katanya dengan suara dalam. "Apakah ini saatnya?"
Sang guru mengangguk pelan. "Ya, muridku. Kau telah menguasai Teknik Matahari Surgawi dan rahasia alkimia tingkat tinggi. Kini saatnya kau kembali dan menghadapi takdirmu."
Ryan mengepalkan tangannya. Bayangan masa lalu berkelebat di benaknya. Ayahnya yang terbunuh, ibunya yang mengorbankan diri, dan pria itu ... pria yang telah menghancurkan segalanya.
"Akhirnya," ucap Ryan, matanya berkilat penuh tekad, "dendam ini bisa kubalaskan."
Sang guru meletakkan tangannya di bahu Ryan. "Ingat apa yang telah kuajarkan padamu, Ryan. Kekuatan sejati bukan hanya tentang membalas dendam. Tapi tentang keadilan dan melindungi yang lemah."
Ryan mengangguk. Ia telah berubah. Bukan lagi pemuda lemah yang hanya bisa menangis saat melihat ayahnya dibunuh. Kini ia adalah seorang kultivator, sekaligus alkemis yang kuat, menguasai teknik yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang.
Saat fajar menyingsing, Ryan Pendragon melangkah keluar dari gua, meninggalkan kehidupannya selama lima tahun terakhir. Matanya menatap jauh ke cakrawala, ke arah kota Golden River yang tersembunyi di balik awan.
"Golden River," bisiknya. "Aku sudah kembali."
「菖ちゃんヘルプ!」「いや、私にどうしろと!」 むーりーでーすー!私ってばまだ一歳の女の子なのでよく分からないでーす!ご自分で頑張ってくださーい!私はもうさっさと退散しまーす!「ほら、こう……なんかあるでしょ!所属タレントのメンタルケアもマネージャーの仕事の一環でしょ?がーんば!」「そ、そんなぁ……ママ絵師さんじゃないですかぁ!当事者じゃないですかぁ!」 真面目な話ママ絵師って言葉って一人歩きしちゃってるよね。私はあなたのママじゃないです。ただの取引先でしかないので甘ったれないでください。って今だけ言いたい。普段は思ってないけどね?ほんとだよ?「いや、御社のただの一取引先に過ぎないので。私はここで失礼します。」「待って!待って!お願い待って!由良ざーん!そ、そうだ!もう私|会社《ここ》でギャン泣きします!引くほど!もうみんなドン引するくらい泣きます!だから助けて!」「そんなこと言われたってー!起きたらなんか私の寝息を録音しようとしてる冥ちゃんいただけなの!私もよくわかってないの!被害者なの!彼女のことはそっちで引き取ってよ!"もういっそ私怒らないからネタに走って欲しいよ!なんでもいいよ!私のことで争わないで!"とかでもいいんだよ?なんでもいいからこの空気を打破してよ!誰かほんとに助けて!」
「ハスハスハスッ!由良ちゃんの可愛らしい寝息!」「ん?冥……ちゃん?」「やっばいどうしよう興奮してきた。この超貴重由良ちゃん寝息ボイス録音しちゃおうかな!ナニに使うために録音しちゃおうかな!」「あの〜冥ちゃん?芽依ちゃーん!」「あ……。」「えーっと……おはよ……う?」「我が生涯に一片の悔い無し!」「ちょいちょいちょーい!死んじゃダメ!死んじゃダメだからね!?ほら、責任果たさなきゃでしょ?マネージャーに事の経緯を説明したりとかその前にやることあるでしょ?自害する前に色々やらなきゃ!迷惑かけちゃうよ?ね?」「わかりました。逝く時は一人で誰もいないところでひっそりと逝きます。」 違うそうじゃない!けど最低限時間は稼げたし、一旦マネージャーさんに諸々をぶん投げて対策とって彼女の精神状態を回復させて……あぁ〜私が菖ちゃんにもう休みなって寝かせちゃったから!あの場に菖ちゃんがいたら起きなかった事故だもんね。そもそも私がYURAだなんてカミングアウトしなければ……ひ、ひ、ひとまず時間稼ぎには成功したし今はそれを喜ぼう。 こ、こういう時こそ大人に頼るべきだよね!一歳児がやることじゃないもんね!きっと人生経験豊富な大人なら完璧な対応で彼女を立ち直させるんだろうなぁー(前世老衰の中身年寄りによるヤケクソ)◇◇「ずびばぜんでじだ〜!どうか、どうか!いっぞわだじを殺じでくだざい〜!」「大丈夫だから、大丈夫だから、ね?別に私は気にしてないからさ。一旦落ち着こ?年頃の女の子がおよそしちゃいけないような顔になっちゃってるからさ。冥ちゃんの反省は十分伝わってるから!」
「で、要望は?はよぅ。私もう疲れちゃった。」「はぁ……要望でしたっけ?猫耳白髪オッドアイにロングヘアーで、初期衣装はメイド服がいいです!あとは……太ももに暗器仕込みたいです!」 ふむ、ふむふむふむ……なるほどなるほど〜?「やっぱり君厨二病だろ。もうね、白髪オッドアイとかメイド服に暗器とか典型的な厨二病過ぎて惚れ惚れするよ。もうワザとだろ。さては君、ツッコミ待ちだなぁ〜?」「なわけないでしょ!」「それはそうとキーワードとしてはなかなか悪くないじゃない?まぁ組み合わせてみてどうなるかは分かんないけど、私が上手いこと調整するし任せといよ。もういい時間だしそろそろヒアリングは終わりかな。」「いや、まだ三時……」「私にはおやつを食すという崇高な使命があるのだよ、君。ではでは〜おつゆら〜。」「な、生で聞けたー!」「んじゃもう寝るよ。冥ちゃんも無理しないようにね、またよろしk……すぅーすぅー……すぅーすぅー……」「寝ちゃった。ほんとに限界だったんだな由良さん。通話切る前に力尽きてるし。にしても寝息まで可愛いな。もうちょっとだけこのまま聞いてから通話抜k……いや、いやいやいや!ダメだよ倫理的に良くない!それに万が一起きたらどうするのよ私!貴方の寝息を聞くために通話残ってましたって?ただの変態だよ!」※後日マネージャーに議事録を渡すために由良が念の為通話内容録音中
「うるさいうるさいうるさいうるさーい!!!私の負担を少しでも減らしたいなら四の五の言わずに要望言う!そしたら私の作業も進むから!曲の方は独断と偏見で進めてるからそれなりに早く終わるはず。」「お!めちゃくちゃ楽しみにしてたので嬉しいです!散々かっこ悪いとこ見せちゃってる由良さん相手だと独断と偏見ってのがかなり怖いですけどね。大丈夫ですよね?信じてますよ、由良さん。」「大丈夫大丈夫。ちゃんと設定守ってる時に聞くと「なんか意外性ある曲だなぁ〜!こんな一面もあったんだ〜!」ってなるけど、君のボロが出てきた頃に聞くと「あぁ、めっちゃ冥ちゃんだわぁ……」ってなる感じに仕上がるから期待しといてね!」「なにそれ怖さ増したんですけど!?何するんですか!私のオリ曲に何するんですか!」「ふふっ……ひ・み・つ!」「ああもう可愛いなぁ!」「真面目な話、設定を最後まで守りきれるVTuberなんて稀有なんだよ。そして君は、やべっ!っていうタイプの人間だ。でもね、それも含めて君だから。君の素と君の設定が混ざりあって最適化されて柿崎冥という唯一無二のVTuberになる。あ、でも個人情報はポロリしちゃダメだからね。冥ちゃん結構おっちょこちょいだから不安で……。」「そこは君なら大丈夫!って言うところじゃないですか!それでも不安なら君を信じているという私の言葉を信じてみて欲しいとか言ってくださいよ!ねぇ!」
「ぐすん……いいもんいいもん!打ち合わせ含む諸々のことで配信外でいじり倒してやるから。」――てんちゃん、そういうとこだと思う――そういうこと言ってるから初配信からさほど時間は経ってないのにそんな評価になるんだよ?――てんちゃんのリスナーさんたちめっちゃ辛辣やね――でもどうしてだろう、てんちゃんが可哀想だとは全然思わない「およよ……んじゃ茶番もそこそこにしてゲームやるかー!」――てんちゃんが可哀想に見えない理由わかった!一ミリも効いてないからだ!――それだわwww泣き真似はするけど次の瞬間にはケロッとしてるもんね――それも含めて配信者適正ゲロ高いよな、てんちゃんって――およよ
えーっと……とりあえず事の顛末を説明をしようと思う。ゆかりママが鼻血を大量に垂れ流してぶっ倒れました。とりあえずゆかりママを回収してタクシーでママの家に送ってから家に帰った。「由良ちゃんほんっとにごめんなさい!せっかくデートに誘ってくれたのに私興奮して鼻血出して倒れちゃったばっかりに……。この埋め合わせは後日必ずするから!ほんっとにごめんなさい!」「大丈夫だって!私は全然気にしてないからさ?ね?あ、そうだ!私ゆかりママにお願いしたいことがあってさ、それで今回のことは全部チャラってことにしよ!それならゆかりママも気持ちが楽になるでしょ?」「わかった!その由良ちゃんのお願いを私命懸けで叶
「ふぅ……お疲れ様でした〜!」「今日はありがとねYURAちゃん!おかげでいつもより盛り上がった気がするよ!」"ブー……ブーブー……ブーブー"「ねぇYURAちゃん。」 あ、やばいめちゃくちゃ嫌な予感する。これは逃げなきゃまずいか?「なんですか?ひまわりせーんぱい!」「なんかさぁ、社長から電話きたんだけど……。」 よし、逃げよう!たぶん配信用の社用携帯だろうし切らないと電話出れないよね。なら私から抜けるのも優しさってやつだ!「あぁ、それは緊急事態ですね!早く電話出ないと!それじゃ邪魔しちゃ悪いんでぬけますね。お疲れ様でしたー失礼しまーす!」"ブツッ"「え?」◇◇「も、もし
ぐすん……めっちゃ怒られた。ノリでコラボを始めるのはいいけどちゃんとマネージャーに根回ししろって言われた。あと、配信止められてるのわかったならキリいいタイミングでコラボ終えて休ませるとかできることあっただろって。 ごもっともすぎるよ。でも、でもだよ?YURAちゃんにも原因があると思わない?そしたら社長が「たしかに俺もYURAが先輩に誘われて断れなかったなんてシチュエーションは全くイメージできない。実際えーやだーとか言って断るだろうな。それは裏での話だ。配信中にリスナーにも聞こえる形でコラボの話を持ちかけられたらどうだ?あいつはあれでいてなんだかんだ空気を読むし、気も使う。まぁラインのギリ