Short
假死離場:此生不見

假死離場:此生不見

By:  力力子Kumpleto
Language: Traditional_chinese
goodnovel4goodnovel
8Mga Kabanata
4.5Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

中秋宮宴上,太子爲了白月光遣散所有姬妾。 其他人都拿了銀子歡天喜地回家團圓,我無處可去,只能找來一根白綾自掛在了冷宮門口。 胎穿到這個世界,我努力攻略了這個世界的四個男主二十一年,如今最後一個也失敗了。 系統說,只要我這具身體死亡,就能回家和家人團圓。 在意識消散前,我好像聽見有人崩潰大喊我的名字。

view more

Kabanata 1

第1章

Aku menatap sebuah kertas berlipat di atas meja rias adikku pagi ini saat membersihkan kamarnya. Undangan pernikahan dengan nama yang tertera atas nama suamiku dan juga adikku.

"Sin! Sinta! Ini undangan siapa?!" Teriakku sambil bertanya.

Tidak ada jawaban, mungkin dia sudah pergi bekerja.

Kembali aku melihat undangan itu, dengan perasaan campur aduk aku membaca setiap kata di dalamnya. Semuanya terasa janggal, kenapa nama suamiku dan juga keluarganya yang ada di sana? Apa mungkin undangan salah cetak? Atau mungkin ini undangan pernikahan kami enam bulan yang lalu bersama suamiku? Bisa saja kan pihak pencetak salah buat.

"Mas! Mas Danu! Kesini sebentar!" Teriakku lagi.

Masih tidak ada jawaban, kemana dia pergi? Biasanya Mas Danu baru berangkat kerja di jam sembilan pagi. Pekerjaannya sebagai manager pabrik membuat dia santai jika ingin pergi kerja.

Asal tugasnya baik dan juga semua karyawan aman, maka dari itu Mas Danu bisa datang kapan saja. Terdengar sedikit sepele, tapi itulah kenyataannya. Pemilik pabrik tempat dia bekerja adalah salah satu sahabat ayah, maka dari itu Mas Danu bisa melakukan hal demikian.

"Tanggalnya minggu depan ini, kenapa begini?!" Gerutuku saat membaca tanggal yang tertera di kertas undangan.

Bahkan foto pengantinnya itu gambar dari Mas Danu dan Sinta, adik tiriku yang didapat dari pernikahan kedua ayah. Ayah menikah lagi setelah ibuku meninggal saat melahirkan aku.

Kata orang, tepat di satu bulan pasca ibu meninggal ayah menikah lagi dengan ibunya Sinta yang saat itu berstatus sebagai janda. Jarak di antara kami hanyalah satu tahun saja.

Tidak mau berpikir lebih lanjut, aku langsung menghubungi nomor percetakan yang ada di dalam undangan.

"Maaf mengganggu kak, apa benar ini dari pihak yang membuatkan undangan atas nama Danuarta dan juga saudari Sinta?" Aku langsung pada inti pembicaraan saja.

"Ya benar kak, apa ada kesalahan dari undangan yang kita buat?" Tanya dari seberang.

Aku semakin gelisah, namun pikiranku menolak untuk berpikir negatif tentang semua ini. Lagian Sinta tidak ada bercerita kalau dia akan menikah, mungkin memang benar kalau undangan ini ada kesalahan.

"Oh, tidak ada kak. Apa kakak tahu kalau laki-laki yang akan menikah itu sudah punya istri?"

Sedikit berat untuk bertanya, tapi pikiranku tidak bisa ditahan lagi untuk mengetahui lebih lanjut tentang undangan ini.

"Ya benar kak, customer kita mengatakan kalau istri pertamanya sudah bersedia kalau suaminya menikah lagi. Dan, dari cerita yang kami dengar, istrinya mandul maka dari itu dia bersedia mendapatkan madu." Aku refleks menjatuhkan handphone, menatap nanar ke depan dengan mata sudah berair.

Darimana Mas Danu tahu kalau aku mandul? Padahal selama ini kami memang belum menginginkan buah hati gara-gara perekonomian yang belum stabil. Mas Danu harus menafkahi ibu dan adiknya yang masih kuliah, gaji sepuluh juta sebulan bukanlah apa-apa untuk dua keluarga besar.

"Kak! Apa masih ada yang mau ditanyakan?" Suara panggilan menyadarkan aku kembali pada kenyataan.

Aku buru-buru bangkit dan keluar dari kamar Sinta, masuk ke kamarku dan Mas Danu dengan rasa perih di hati. Baru enam bulan menikah, kami baru enam bulan menikah dan selama itu juga Mas Danu belum bisa memberikan aku nafkah yang layak.

Aku bekerja di sebuah restoran dengan gaji yang hanya bisa kami tabung untuk membeli rumah, cita-cita kecilku setelah menikah harus bisa keluar dari rumah peninggalan ibu ini.

"Ini semua nggak benar kan Mas?" Aku meringis menahan sesak di dada.

Aku membuka m-banking dan mengecek tabungan yang bisa aku akses bersama Mas Danu, dan kenyataan pahit itu kembali datang padaku.

Jumlah tabungan yang harusnya sudah mencapai 102 juta sekarang tinggal 20 juta lagi, kemana semua uang itu pergi? Padahal seminggu yang lalu aku masih mengecek tabungan itu, semuanya masih utuh.

Uang Mas Danu? Jangan harap bisa ditabung, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah bersyukur bisa tercukupi. Keluarganya yang mendapatkan lebih dari setengah gaji Mas Danu saja masih sering datang ke rumah ini untuk meminta beras dan makanan.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata
Walang Komento
8 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status