Catalog
59 Chapters
Part 10
Setelah berbulan madu selama empat hari di Bali, Haidar dan Sofia kembali ke Ibukota untuk melanjutkan aktifitas mereka seperti biasa. Sofia yang kembali menjalankan bisnis butiknya yang bekerja sama dengan Kinara, sepupunya dan Haidar yang kembali bekerja sebagai dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit pusat setelah pria itu akhirnya bisa pindah dari rumah sakit cabang di kota Solo.Sofia lega setelah hampir tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh, tepatnya setelah Haidar lulus menjadi dokter spesialis dan menjalankan
Read more
Part 11
Selesai melakukan operasi, Abizar bersiap-siap untuk pulang ke apartemen yang ia sewa selama tiga bulan ke depan. Apartemen yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit. Sebelum pulang, ia ingat jika stok bahan makanannya di kulkas habis. Tadinya ia mau mengajak Shanum untuk makan malam di luar. Karena ia malas jika harus makan sendirian apalagi di kota ini tidak terlalu banyak yang ia kenal. Hanya beberapa karyawan di rumah sakit dan beberapa rekan dokter. Kebanyakan pun sudah berkeluarga dan pastinya sibuk dengan keluarga masing-masing.Abizar pun mengendarai mobil BMW putihnya ke supermarket terdekat. Mobil ini dibawakan oleh salah satu asistennya sejak satu minggu yang lalu dari Jakarta karena ia yang memintanya. Karena biar memudahkan akomodasinya selama di kota ini. Tadinya ia memang ingin membawa mobil dari Jakarta ke Solo tapi mendadak ia merasa malas untuk mengendarai mobilnya sejauh itu. Sehingga ia lebih memilih untuk naik kereta api.

Read more

Part 12
Saat Abizar sudah selesai dengan acara penyambutannya, ia pun turun dari podium dan sengaja menghampiri meja Shanum dan suaminya. Ia penasaran dengan wajah suami Shanum dan tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi. Apalagi jika harus menunggu acara seminar ini selesai. Bisa-bisa ia mati penasaran.Tapi saat langkahnya mendekat dan wajah suami Shanum terlihat lebih jelas, seketika langkahnya berhenti sebentar karena terkejut dengan wajah Haidar yang tidak ia kira sebelumnya.Dia pria yang membawa Sofia waktu itu. Abizar membatin..................Selama seminar berlangsung, tatapan Haidar tidak pernah lepas dari pria yang ternyata bernama Abizar itu. Ia ingin tau apa pria itu masih memiliki obsesi terhadap istrinya atau tidak. Atau bagaimana ekspresinya jika tau ia menikahi wanita yang dia perkosa? Pasti dia akan sangat terkejut.Tapi Haidar tidak ingin Abizar tau soal perni
Read more
Part 13
Abizar menyandarkan tubuhnya di kursi putar ruang kerjanya. Pikirannya tentu masih tertuju pada Shanum dan suaminya yang ternyata adalah pria yang ia kenal. Tidak. Abizar bahkan tidak mengenalnya dulu. Ia hanya pernah melihat pria itu saat dia menarik Sofia darinya. Sirat kebencian tatapan Haidar padanya membuat Abizar sedikit sadar jika ada yang aneh. Jika pria itu marah hanya karena ia berbuat kasar pada Sofia, wanita yang bahkan belum Haidar kenal saat itu. Rasanya tidak mungkin jika Haidar membencinya hanya karena hal seperti itu. Dia saja tidak tau permasalahannya, masa tiba-tiba membencinya sampai saat ini. Kejadian itu sudah enam tahun yang lalu. Jika hanya karena masalah sepele itu Haidar membencinya, rasanya aneh. Kecuali jika ada kesalahpahaman yang lebih besar lagi. Padahal ia tidak mengenal Haidar, begitu pun sebaliknya. Jadi kenapa dia semarah itu?Cemburu kah karena ia menyapa Shanum?Tapi
Read more
Part 14
"Aku serius." Abizar terlihat putus asa."Tau ah! Aku mau praktek sebentar lagi. Mending mas keluar sebelum ada yang sa ... " ucapan Shanum terpotong ketika ia mendorong Abizar untuk keluar dari ruangannya dan malah berpapasan dengan Husna.Wanita berjilbab putih itu menatap Abizar dan Shanum bergantian dengan tatapan yang sulit diartikan lalu Husna malah berbalik membelakangi mereka," anggap aku tidak melihat kalian," ucapnya sambil menunjukkan tanda 'peace' dengan jarinya.Shanum mendengus kemudian kembali mendorong Abizar untuk keluar." Bekerjalah yang benar. Jangan mikirin pernikahan orang terus."Abizar ikut mendengus dan menatap sebal pada Shanum," lebih sulit merebut istri orang, padahal saingannya hanya satu. Tapi jangan harap aku akan menyerah begitu saja. Dah! Assalamualaikum." Balasnya yang langsung pergi melewati Husna dan malah melempar senyum tengil pada perawat yang selalu mendampingi Shanum praktek i
Read more
Part 15
Dua bulan kemudian, semua masih terasa sama. Haidar masih mengunjunginya, baru saja kemarin pria itu kembali ke Jakarta. Shanum tetap memperlakukan Haidar dengan baik meski mereka seperti hanya 'teman dekat'. Haidar tak sekalipun pernah menyentuhnya apalagi berbuat seperti layaknya suami istri. Sangat masih jauh dari hal sensitive itu.Tapi Shanum merasa lega karena ia sendiri belum siap. Ditambah kenyataan jika perasaan dirinya pada pria itu benar-benar menghilang. Ya, menghilang seperti asap yang tertiup angin. Semua begitu mudah lenyap padahal sepertinya baru kemarin ia mencintai Haidar begitu dalam. Tapi kesalahan kecil saja yang pria itu perbuat membuat perasaannya hilang seketika. Bukankah jika kita mencintai seseorang maka kita akan menerima semua kekurangannya? Sayangnya Shanum tak merasakan hal itu pada Haidar. Jika ya, mungkin ia masih akan tetap mencintai suaminya seperti beberapa tahun yang lalu. Rasa sakit dan rasa cinta yang menjadi satu m
Read more
Part 16
"Maksud lo?""Dia pernah memperkosa Sofia beberapa tahun lalu saat mereka masih kuliah di kampus yang sama," ucap Haidar akhirnya. Ia memelankan suaranya, sadar dengan tempat yang menjadi kekuasaan penuh dari orang yang sedang ia bicarakan."Bukannya Sofia kuliah manajemen?""Iya. Kan universitas itu gak hanya kedokteran. Gimana sih lo?"Keanu mengangguk mengerti," tapi itu serius? Lo tau darimana?" ia tampak tidak percaya. Padahal Abizar tidak terlihat seperti pria brengsek seperti yang Haidar maksud. Apalagi sampai berbuat hal seperti itu pada wanita."Sofia yang ngasih tau sendiri ke gue saat gue menyelamatkan dia dari Abizar."Keanu jadi teringat saat Haidar yang katanya telat ke kampus karena menolong wanita yang hampir menjadi korban kejahatan. Dan akhirnya Haidar dan si korban menjadi dekat walau Sofia pernah menghilang seperti ditelan bumi selama hampir satu tahun. Ia tau se
Read more
Part 17
Berbagai hidangan prasmanan di atas meja pun tersaji. Husna segera mengajak Shanum untuk mengambil makanan. Shanum hanya mengikuti saja meski ia tidak nafsu makan sama sekali selama dua hari ini. Bayangannya soal dirinya yang tidak akan bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Abizar seperti biasa membuat nafsu makan dan tenaganya menguap. Persis seperti remaja yang baru merasakan patah hati. Sebelumnya Shanum pikir menjalani pernikahan poligami adalah yang paling menyakitkan dalam hidupnya. Tapi ternyata memikirkan akan dirinya yang kehilangan Abizar dan tidak bisa memiliki pria itu ternyata jauh lebih menyakitkan."Wah! Dokter Abizar. Gak berasa ya udah mau tiga bulan. Sebentar lagi balik ke Jakarta deh," ucap Husna yang kebetulan berpapasan dengan Abizar di dekat meja minuman."Iya nih. Baru datang, Na?"Husna mengangguk cepat, ia pun menoleh ke tempat Shanum duduk saat ini. Wanita itu tampak melamun d
Read more
Part 18
Malam hari Haidar baru sampai di rumah sakit tempat Shanum bekerja. Ia pikir ia akan mampir dulu ke rumah sakit tempat istrinya bekerja sebelum ke apartemennya. Karena memang rumah sakit akan ia lewati lebih dulu sebelum menuju apartemennya. Ia juga ingin menanyakan pada orang suruhannya di sini soal perkembangan hubungan Shanum dan Abizar yang dia ketahui.Haidar pun langsung bertemu dengan Dodi di lobby rumah sakit karena ia sudah mengabari pria yang menjadi perawat pendampingnya dulu saat masih praktek di sini jika dirinya akan segera sampai. "Shanum masih praktek gak, Dod?""Maaf, dok. Tapi dokter Shanum udah pulang lima menit yang lalu," ucap Dodi, salah satu mantan asisten perawatnya dulu saat praktek."Dia pulang sendiri?" tanya Haidar dengan kening berkerut.Dodi menggeleng cepat," sama dokter Abizar, dok. Mereka dari sore di ruang praktek dokter Shanum. Pas keluar mereka langsung ke parkiran mobil dan seper
Read more
Part 20
***Flashback ...Shanum mendengus, merutuki Keanu dan Haidar yang tidak terlihat dimana pun di sekitar stasiun. Padahal katanya mereka akan menjemputnya tepat waktu. Tapi sampai sepuluh menit ia sampai di kota metropolitan ini mereka tak juga terlihat. Membuatnya merasa sangat asing di ibukota ini. Ia menghela nafas kemudian berdiri di dekat pintu utama, melihat ke arah jalan raya besar yang berada di depan stasiun.Brak!Suara itu begitu keras membuat Shanum langsung menoleh ke sumber suara yang ternyata akibat terjadi sebuah kecelakaan. Ia melihat beberapa orang langsung berkerumun di sekitar mobil. Sangat ramai sampai mobil itu tak terlihat karena dikelilingi banyak orang. Tapi anehnya korban tak juga dibawa keluar dari mobilnya padahal ia yakin kecelakaan tadi cukup keras.Shanum pun segera berlari menuju kerumunan itu dan menerobos siapapun yang menghalangi
Read more
DMCA.com Protection Status