"Aku bisa jelaskan, Alan. Aku hanya ingin mengajak Kenan jalan-jalan."Alan memandangnya penuh amarah. Lalu mencekal lengan putranya. Menarik anak itu ke belakang tubuhnya."Kau pikir aku mengijinkan? Kau bukan siapa-siapa kami.""Aku Ayahnya!" Gavin berseru, hal itu hanya memunculkan tawa di bibir Alan."Anak? Lucu sekali ucapanmu, bahkan kau mengusirku seperti sampah dulu, kau tidak menganggapnya ada, kau membuangku, Gavin Wildberg!" Alan berteriak, setiap Gavin mengakui Kenan adalah putranya, rasa sakit di hati Alan akan semakin menjadi.Ingatan masa lalu itu, tak pernah bisa Alan lupakan begitu saja.Alan menoleh ke belakang, lalu mengambil tangan Kenan untuk ia gandeng menuju mobilnya. Namun, bocah itu memberontak, dan tetap diam di tempat tak mau pergi. Kenan justru berlari, dan bersembunyi di belakang tubuh Gavin."Ken, maafkan Mama. Ayo kita pulang.""Aku tidak mau, aku benci Mama.""Kenan, jangan keras kepala.""Mama jahat, aku benci Mama."Alan meradang, tatapannya kini bera
Last Updated : 2025-09-21 Read more