Refleks, mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara. Di sana, seorang anak berusia enam tahun berlari kencang menerobos kerumunan, berusaha menghindari kejaran pria bertubuh besar.Dengan napas yang berburu tak beraturan, anak itu mendekap erat sepotong roti di dadanya. Sesekali ia melirik ke belakang, memastikan jarak antara dirinya dengan sang pengejar.“Ketangkap kau, bocah nakal!” teriak pria itu geram. Ia menyambar lengan si anak dengan kasar, hingga kulit mungil itu memerah seketika.“Lepaskan! Lepaskan aku!” Anak itu meronta hebat, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman sangar tersebut.“Hah... hah... Terima kasih, Tuan, sudah menangkap pencuri ini,” ucap pemilik roti dengan napas tersengal-sengal saat tiba di lokasi.Raymond dan kedua temannya saling pandang, lalu mendekati kerumunan agar bisa melihat lebih jelas.“Anak itu mencuri roti lagi. Sudah berapa kali dalam sebulan ini?” bisik salah satu warga.“Sejak dia datang ke sini, hampir setiap minggu ada saja barang
Last Updated : 2026-01-20 Read more