LOGIN"Kami hanya ingin hidup bebas seperti kebanyakan remaja di dunia, kami tidak pernah sekali pun meminta untuk berlahir seperti ini, jadi bisakah kalian membebaskan kami?" Raymond, Liora dan Arion hanyalah remaja biasa yang ingin melalukan banyak hal yang mereka sukai, tapi takdir seakan tidak mengijinkan hal itu. Orang yang sangat mereka sayangi menghilang membuat mereka merasakan kebingungan dan kesepian. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencarinya, pencarian itu membuat mereka terlempar ke dalam dunia aneh dan unik. Dan perjalanan mereka pun di mulai.
View MoreRefleks, mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara. Di sana, seorang anak berusia enam tahun berlari kencang menerobos kerumunan, berusaha menghindari kejaran pria bertubuh besar.Dengan napas yang berburu tak beraturan, anak itu mendekap erat sepotong roti di dadanya. Sesekali ia melirik ke belakang, memastikan jarak antara dirinya dengan sang pengejar.“Ketangkap kau, bocah nakal!” teriak pria itu geram. Ia menyambar lengan si anak dengan kasar, hingga kulit mungil itu memerah seketika.“Lepaskan! Lepaskan aku!” Anak itu meronta hebat, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman sangar tersebut.“Hah... hah... Terima kasih, Tuan, sudah menangkap pencuri ini,” ucap pemilik roti dengan napas tersengal-sengal saat tiba di lokasi.Raymond dan kedua temannya saling pandang, lalu mendekati kerumunan agar bisa melihat lebih jelas.“Anak itu mencuri roti lagi. Sudah berapa kali dalam sebulan ini?” bisik salah satu warga.“Sejak dia datang ke sini, hampir setiap minggu ada saja barang
Waktu berlalu dengan cepat, sudah satu minggu Raymond datang kedunia ini. Dalam satu minggu ini tidak ada yang istimewah. Hari-hari nya diisi oleh pertengaran dengan Liora atau Arion. Bahkan sesekali Madam Sami dan Sion akan mampir kemari hanya untuk mengecek keadaan kami dan menagih hutang atas patung yang mereka pecahkan waktu itu. Dan sepertinya kali ini pun Madam Sami datang dengan alasan yang sama.Saat ini Raymond, Liora dan Arion tengah menghadapi keadaan kritis.“Jadi kapan kalian akan membayar uang untuk rumah dan patung yang kalian pecahkan?”Raymond memalingkan wajah saat Madam Sami memandangnya, begitu pun dengan Arion dan Liora. Tidak ada yang berani berbicara. Raymond menghela napas, memberanikan diri menatap Madam Sami.“Kami tidak memiliki uang.”Madam Sami terdiam sejenak lalu menyerap kembali tehnya sembari berkata,“Aku tau.”“Jadi kami tidak bisa membayarnya sekarang.”&ld
Raymond menatap kagum pada rumah di depannya, dia tidak bisa berkata apa pun pada apa yang dia lihat, begitu pun dengan Liora dan Arion. Dia ingat dengan jelas Madam Sami mengatakan bahwa rumah yang akan kita tinggali adalah rumah yang paling sederhana diantara rumah yang dia miliki. Sekali lagi Raymond mulai bertanya-tanya seberapa kaya Madam Sami. Raymond berjalan menuju rumah itu disusuli Liora dan Arion, rumah 2 lantai penuh dengan hiasan indah disetiap dindingnya, ada juga patung didepan pintu masuk.“Rumah ini bahkan lebih mewah dari rumah Paman.”“Paman? Kamu punya Paman Ray?”“Tentu saja memangnya ada yang tidak punya paman didunia ini? Walaupun tidak punya paman sedarah tapi setidaknya mereka punya orang yang bisa mereka sebut paman kan?”“Tapi aku tidak memilikinya, aku hanya punya Kapten dan profesor.”“Kau yakin Liora? Aku saja memiliki Paman.”Liora terdiam mendengar pe
"Tidak ada yang ingin menjawab? Ku ulangi sekali lagi sedang apa kalian disini?"Sekarang Raymond yakin bahwa suara yang di dengarnya memang suara Madam Sami, diam- diam Raymond melangkah mundur. Setelah dipikir kembali suara berisik Arion dan Liora tidak lagi terdengar Merasa ada yang salah Raymond melirik kesamping dia terteguh menyadari Arion dan Liora sudah tidak ada disana.Suara langkah kaki dari belakang menarik perhatian Raymond, dia memalingkan wajah kebelakang. Di lihatnya Arion dan Liora tengah berlari cukup jauh dari posisinya sekarang.'Sialan'Raymond benar- benar ingin membunuh mereka berdua, tapi itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah melarikan diri. Nenek tua di depannya sangat mengerikan.Entah kenapa Raymond selalu merasa agak takut pada Madam Sami, rasa takut serupa yang terkadang Raymond rasakan saat bersama Paman. Belum sempat Raymond berlari cuku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews