"Api cemburu diam-diam bisa meracuni pikiran menjadi tidak lurus lagi."“Ya, Maya. Aku di sini. Aku sudah kembali,” jawab Sando, suaranya kini terdengar lebih kuat, penuh keyakinan. “Aku akan datang menemuimu. Aku tahu kau ada di suatu tempat di Bumintara, dan aku akan menemukanmu. Kita harus bertemu. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan.”Maya hanya bisa mengangguk, meski Sando tak bisa melihatnya. Ia merasa terpecah belah. Di satu sisi, kebahagiaan tak terkira karena Sando, cinta pertamanya, kembali. Di sisi lain, ada Arga, pria yang selama ini mengisi kekosongan hatinya, yang memberinya harapan, dan yang kini menatapnya dengan pandangan campur aduk.Ponselnya kembali hening. Sando telah mematikan panggilan. Maya menatap layar ponselnya, lalu mengangkat pandangannya ke Arga. Ada pertanyaan tanpa suara di mata mereka berdua. Pertanyaan tentang takdir, tentang cinta, dan tentang jalan yang harus mereka pilih. Arga mengangguk, seolah memberi isyarat bahwa ia mengerti, namun hatin
Terakhir Diperbarui : 2025-12-02 Baca selengkapnya