Ngiing!Batu takdir memancarkan cahaya merah beriring mengudara agak jauh di atas kepala mereka berdua.Dalam sekejap cahaya batu takdir menyinari mereka dan menarik masuk ke dalamnya.Begitu membuka mata kegelapan menyelimuti pandangannya, namun suara teriakkan orang-orang begitu jelas terdengar.Bingung dengan situasi apa yang ia hadapi, keping-keping bayangan muncul dalam ingatan hingga membuat ia paham apa yang dihadapinya sekarang.Gemerincing rantai terdengar, ketika ia mencoba menggerakkan tangan dan kaki.CEPAT BUNUH SILUMAN ITU!BUNUH!... BUNUH!...Seorang pria berjubah emas mendekati altar yang di tiap sudutnya berdiri kokoh pilar. Lelaki itu menggerakkan tangannya hingga memicu semua pilar memunculkan cahaya petir.Krrk!Akh!Yingge menggertakkan gigi—menahan serangan petir yang amat dahsyat. Tubuhnya tak mampu, tapi sedikitkun jeritan tak keluar dari mulutnya.Berkali-kali serangan itu ia terima, hingga tubuhnya tak mampu untuk berdiri lagi. Ia terbaring di lantai yang sang
Leer más