로그인Demi mencari keberadaan sahabat satu-satunya, Yingge berhadapan dengan para abadi di istana langit. Namun situasi itu justru mengungkap rahasia masa lalunya yang tak pernah ia ketahui. Melewati berbagai macam masalah, pengorbanan, dendam, cinta, kematian, dan pengkhianatan, akhirnya ia mengetahui alasan akan keberadaannya dan tragedi peperangan besar di 6 alam yang terjadi sejak ribuan tahun lalu.
더 보기Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.
Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.
Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.
“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.
Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.
Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.
“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.
Wuusshh!
Bukh! Bukh!
Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.
Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.
“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.
Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yang mengganggu kegiatan mereka.
“Kalian alam langit jangan ikut campur dengan urusan kami!”
“Berani berulah terhadap manusia di bawah mata kami, matilah kalian!”
“Manusia? Apa maksudmu?” sela seorang lelaki berwajah aneh, “kau bahkan tidak tahu siapa gadis yang ada di belakangmu—”
Perkataannya terhenti, para peri segera menyerang hingga membuat semua lelaki berwajah aneh terluka parah dan segera melarikan diri.
Namun baru saja kedua peri itu hendak berbalik, mereka telah diserang oleh seseorang.
Di balik cadar, bibir merah gadis itu melengkung beriring sorot mata tajam tertuju ke arah kedua peri.
“Si-siapa kau?!”
“Kalian bahkan tidak mengenaliku? Dasar bodoh!”
Sang gadis merubah penampilannya dengan cepat.
Seluruh tubuhnya memancarkan aura merah menyala bagaikan api.
Di telapak tangannya muncul bayangan bunga kematian yang berapi.
“Kau! Putri iblis!” kedua peri membelalak.
“Kalian alam langit telah menangkap sahabatku, sekarang katakan padaku di mana dia!”
Yingge mengulurkan tangan ke depan, dua akar bunga kematian dengan cepat melilit tubuh kedua peri.
“Siluman seperti kalian pantas mati! Begitu juga dengan temanmu!”
Yingge semakin geram, tatapan kejamnya mempererat cengkeraman akar yang melilit hingga kedua peri hancur berkeping-keping.
Wush!
Syuut!
“Siapa?!” Yingge segera berbalik setelah berhasil menghindari sebuah pedang yang menyerang dari arah belakangnya.
Sosok pemuda tampan berpakaian putih dengan corak naga emas berdiri di depannya.
“Siluman kecil sepertimu, terlalu berani!”
Yingge terdiam.
Menyadari kekuatan pemuda di depannya ia segera melarikan diri. Namun tindakan itu dihentikan oleh sebuah perisai yang mengelilingi sekitarnya.
Yingge berbalik, ia mencoba menghancurkan perisai penekan iblis seperti biasa yang ia lakukan saat para peri menggunakan untuk menangkapnya.
Namun kali ini tidak terjadi apa-apa.
“Penekan iblis yang sangat kuat!” gumam Yingge menatap pemuda yang perlahan berjalan mendekati.
“Berhentilah menyia-nyiakan kekuatan kecilmu!” ucap pemuda dengan wajah datar.
“Tidak ada satupun iblis atau siluman yang bisa terlepas dari penekan iblisku!”
Mata Yingge membulat besar saat tangan pemuda mendekati wajahnya.
Kedua pasang mata saling menatap dalam.
Syuuuh!
Angin bertiup kencang.
Sliing!
Seorang pria menyerang pemuda tampan hingga terenyak jauh.
Yingge mengembus napas lega. Hampir saja wajahnya dilihat pemuda itu.
Dengan wajah kesal pria berusia setengah paruh bayah menatap Yingge lalu menghancurkan perisai di tubuhnya.
Yingge dibawa oleh pria itu kembali—menghilang dari alam manusia.
Tak lama berteleportasi, Yingge dan pria itu muncul di suatu tempat.
“Aku—”
Belum sempat Yingge berucap, suara seorang lelaki menyela.
“Kau pikir dunia manusia adalah tempatmu bermain-main!?” bentak seorang lelaki berwatak garang yang duduk di atas singgasana.
Yingge menundukkan kepala, memasang wajah bersalah.
Di depannya duduk seorang lelaki berjubah hitam, menatap dengan wajah menahan geram.
“Lalu di mana lagi aku harus bermain? Aku terlalu bosan di alam iblis!” lanjut Yingge dengan suara pelan.
“Bosan katamu?!”
“Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan?!”
Raja iblis Mo Guang melirik ke arah pria yang menyelamatkan Yingge.
Pria itu menjelaskan semuanya. Setiap gerak-gerik Yingge diam-diam dipantau oleh kepercayaan raja Mo Guang.
“Hanya karena siluman kecil sepertinya, kau berani melanggar perintahku?!”
Yingge mendongak. Memasang wajah kesalnya.
“Dia adalah sahabatku!” bentak Yingge.
PLAK!
Wajah Yingge sontak terenyak ke samping.
“Kau berani membentakku?!”
Yingge terpaku. Kali ini dia benar-benar telah membuat ayahnya marah.
“Mingkun! Kurung putri Yingge di wilayah lautan iblis!”
“Tanpa perintahku, jangan biarkan dia keluar!”
Di depan lautan tak berbatas yang mengeluarkan aura hitam sepasang mata memandang dengan wajah pasrah.
Rencana yang telah ia susun selama beberapa tahun ini gagal.
Terakhir kali ia dihukum oleh ayahnya di wilayah lautan iblis memakan waktu hingga ratusan tahun.
Sekarang entah berapa lama lagi dia akan berada di lautan jiwa.
Semua pintu penjagaan di berbagai arah telah diperketat oleh penjagaan, bahkan diperisaikan oleh Mingkun.
Yingge berjalan hingga ke tepi laut, duduk di atas batu karang. Energi hitam yang berada di sekitar lautan mengelilingi tubuhnya.
Ia duduk bersila, memulai ritual, menyerap energi hitam yang mengelilinginya.
Beberapa minggu berdiam diri, akhirnya ia kehabisan kesabaran.
Ia pergi ke samping gerbang, mencoba untuk menghancurkan segel yang dipasang Mingkun.
Braak!
Sesuatu hal di luar pemikirannya terjadi!
Sebelumnya ia tak pernah berhasil menghancurkan segel penghalang Mingkun, tapi kali ini ia merasakan kekuatannya telah meningkat, segel penghalang sangat mudah dihancurkan.
“Putri Yingge, kau tak boleh keluar!”
“Raja iblis akan menghukum kami jika ia mengetahuinya!”
Yingge mengibaskan tangannya, membuat kedua penjaga pingsan.
Sebelumnya ia takut jika diketahui ayahnya, tapi saat mendengar pembicaraan kedua penjaga bahwa ayahnya terburu-buru keluar dari alam iblis, Yingge akhirnya menggunakan peluang ini.
“Tenang saja, kalian tidak akan dihukum. Aku akan kembali secepatnya!”
Akhirnya Yingge berhasil melewati perbatasan alam dan tiba di alam manusia.
Agar rencananya tidak dihalangi oleh para peri, ia berbaur, menyegel aura iblisnya sendiri dan menyamar seperti gadis yang berasal dari dunia manusia.
Keramaian di dunia manusia merupakan hal yang baru bagi Yingge.
Hingga hari telah malam, Yingge tidak juga menemukan jejak sahabatnya.
Jalanan semakin sunyi, tapi suara musik dan nyanyian menarik perhatiannya.
Penasaran akan hal itu Yingge segera menuju ke arah keramaian.
Di depannya berdiri bangunan tinggi yang dipenuhi dengan hiasan Bunga dan cahaya lampu.
Tanpa pikir panjang Yingge masuk ke dalam.
Pemandangan di dalam sana membuat mata Yingge berbinar.
“Eee, Nona sepertinya kau salah masuk tempat,” ucap seorang perempuan beriasan tebal dan berpakaian sedikit terbuka.
Yingge tak memedulikan perkataan perempuan itu, matanya sibuk mencari sesuatu.
Sementara wanita yang di depannya memperhatikan lebih dekat ke arah Yingge.
“Nona, kau mencari seseorang?”
“Benar!” spontan jawab Yingge, “dia sahabatku, kau pernah melihatnya?”
Dengan mata berbinar ia memperlihatkan selembar kertas lukisan wajah temannya.
“Aaah, ternyata dia sahabatmu? Ayo Nona, masuk ke dalam. Aku akan membawamu bertemu dengan sahabatmu.”
“Apa yang kau lakukan!?”“Turunkan aku!” bentak Yingge ketika tubuhnya perlahan mengudara.Ngiiiing!“Ayah! Tolong aku!” teriak Yingge mencoba menoleh ke belakang.Sayang sekali ayahnya tidak melakukan tindakan apapun.Sosok misterius mengulurkan tangannya, energi iblis dengan cepat menuju ke arah Yingge—perlahan memasuki tubuh.Krrk!DEG!Jantung Yingge seolah meledak usai diterobos oleh energi yang sangat kuat.“Arrrkkkh!”Anehnya meski terasa sangat menyakitkan, tapi energi yang baru masuk itu justru diterima oleh tubuh Yingge.Buuum!Ledakkan energi menghentikan ritual sosok misterius.Tubuh Yingge memancarkan energi iblis berlipat ganda dari sebelumnya.Bayangan besar bunga kematian berwarna merah muncul di belakang tubuhnya.Tatapan Yingge menjadi dingin dan tajam.Tap!Ia mendaratkan kakinya ke tanah.Entah apa maksud dari sosok misterius, tapi kenyataannya Yingge merasa seperti ada terobosan baru di dalam tubuhnya.Hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh.Wuuush!Ia m
Para penjaga menyerbu masuk ke dalam ruangan.Kali ini Yingge tak bisa berbuat apa-apa selain bertarung melawan mereka.Namun di saat Yingge hendak memaksa menggunakan kekuatan, lelaki yang berdiri di depannya mengibaskan lengan dan bergerak cepat berdiri membelakanginya.“Siapa yang memberikan kalian keberanian masuk kemari!?” seru sang lelaki.“Ma-maaf, Tuan. Kami sedang mengejar seorang penyusup yang berlari ke arah sini. Apa Tuan melihatnya?”Lelaki itu tersenyum kecil melirik ke arah Yingge.Bingung dengan situasi apa yang kini ia hadapi, Yingge diam dalam kewaspadaan.“Penyusup? … apa kalian pikir tempat ini mudah untuk diterobos?”“Pergi!” lanjutnya dengan tatapan dingin.Usai para penjaga itu pergi, Yingge baru bisa menurunkan kewaspadaannya, tapi tidak dengan lelaki yang membantu menyembunyikan keberadaannya.“Kenapa?” tanya Yingge.“Nona, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?”“Tidak sebelum kau mengatakan apa alasanmu membantuku!”Lelaki itu tertawa kecil, “alasann
Tubuh Yingge terenyak kuat ke sisi lainnya, jatuh ke dalam rangkulan sosok misterius.Ia terpaku melihat wajah asli sosok misterius.“Kau baik-baik saja… Yingge?”Lamunannya terbuyar usai mendengar lelaki itu memanggil namanya.“Kau mengenalku? Siapa kau?”Pertanyaan Yingge diabaikan dengan sunggingan senyum hangat.Sreet!Traang!Yingge terdiam heran menoleh ke arah lelaki itu. Hanya dalam sekali serangan benang emas yang menghubungkannya dengan Long Zhen dengan mudahnya diputuskan begitu saja dalam sekali serangan.Meski telah diputuskan, tapi benang emas yang melilit justru kembali melingkari pergelangan layaknya sebuah gelang.“Yingge, ayo kita pergi!”Lagi Yingge menatap lelaki misterius sambil mengangguk.Sebelum menghilang, sekilas ia melihat bayangan Long Zhen terdiam memperhatikannya dan tak melakukan tindakan apapun.Tak lama berteleportasi akhirnya Yingge dan lelaki misterius itu muncul di suatu tempat.Lautan rumput hijau tempatnya berpijak.Semilir angin menyapu lembut di
Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰