Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

last updateLast Updated : 2026-01-13
By:  Cristi RottieOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
6Chapters
826views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi mencari keberadaan sahabat satu-satunya, Yingge berhadapan dengan para abadi di istana langit. Namun situasi itu justru mengungkap rahasia masa lalunya yang tak pernah ia ketahui. Melewati berbagai macam masalah, pengorbanan, dendam, cinta, kematian, dan pengkhianatan, akhirnya ia mengetahui alasan akan keberadaannya dan tragedi peperangan besar di 6 alam yang terjadi sejak ribuan tahun lalu.

View More

Chapter 1

Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.

Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.

Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.

“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.

Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.

Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.

“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.

Wuusshh!

Bukh! Bukh!

Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.

Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.

“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.

Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yang mengganggu kegiatan mereka.

“Kalian alam langit jangan ikut campur dengan urusan kami!”

“Berani berulah terhadap manusia di bawah mata kami, matilah kalian!”

“Manusia? Apa maksudmu?” sela seorang lelaki berwajah aneh, “kau bahkan tidak tahu siapa gadis yang ada di belakangmu—”

Perkataannya terhenti, para peri segera menyerang hingga membuat semua lelaki berwajah aneh terluka parah dan segera melarikan diri.

Namun baru saja kedua peri itu hendak berbalik, mereka telah diserang oleh seseorang.

Di balik cadar, bibir merah gadis itu melengkung beriring sorot mata tajam tertuju ke arah kedua peri.

“Si-siapa kau?!”

“Kalian bahkan tidak mengenaliku? Dasar bodoh!”

Sang gadis merubah penampilannya dengan cepat.

Seluruh tubuhnya memancarkan aura merah menyala bagaikan api.

Di telapak tangannya muncul bayangan bunga kematian yang berapi.

“Kau! Putri iblis!” kedua peri membelalak.

“Kalian alam langit telah menangkap sahabatku, sekarang katakan padaku di mana dia!”

Yingge mengulurkan tangan ke depan, dua akar bunga kematian dengan cepat melilit tubuh kedua peri.

“Siluman seperti kalian pantas mati! Begitu juga dengan temanmu!”

Yingge semakin geram, tatapan kejamnya mempererat cengkeraman akar yang melilit hingga kedua peri hancur berkeping-keping.

Wush!

Syuut!

“Siapa?!” Yingge segera berbalik setelah berhasil menghindari sebuah pedang yang menyerang dari arah belakangnya.

Sosok pemuda tampan berpakaian putih dengan corak naga emas berdiri di depannya.

“Siluman kecil sepertimu, terlalu berani!”

Yingge terdiam.

Menyadari kekuatan pemuda di depannya ia segera melarikan diri. Namun tindakan itu dihentikan oleh sebuah perisai yang mengelilingi sekitarnya.

Yingge berbalik, ia mencoba menghancurkan perisai penekan iblis seperti biasa yang ia lakukan saat para peri menggunakan untuk menangkapnya.

Namun kali ini tidak terjadi apa-apa.

“Penekan iblis yang sangat kuat!” gumam Yingge menatap pemuda yang perlahan berjalan mendekati.

“Berhentilah menyia-nyiakan kekuatan kecilmu!” ucap pemuda dengan wajah datar.

“Tidak ada satupun iblis atau siluman yang bisa terlepas dari penekan iblisku!”

Mata Yingge membulat besar saat tangan pemuda mendekati wajahnya.

Kedua pasang mata saling menatap dalam.

Syuuuh!

Angin bertiup kencang.

Sliing!

Seorang pria menyerang pemuda tampan hingga terenyak jauh.

Yingge mengembus napas lega. Hampir saja wajahnya dilihat pemuda itu.

Dengan wajah kesal pria berusia setengah paruh bayah menatap Yingge lalu menghancurkan perisai di tubuhnya.

Yingge dibawa oleh pria itu kembali—menghilang dari alam manusia.

Tak lama berteleportasi, Yingge dan pria itu muncul di suatu tempat.

“Aku—”

Belum sempat Yingge berucap, suara seorang lelaki menyela.

“Kau pikir dunia manusia adalah tempatmu bermain-main!?” bentak seorang lelaki berwatak garang yang duduk di atas singgasana.

Yingge menundukkan kepala, memasang wajah bersalah.

Di depannya duduk seorang lelaki berjubah hitam, menatap dengan wajah menahan geram.

“Lalu di mana lagi aku harus bermain? Aku terlalu bosan di alam iblis!” lanjut Yingge dengan suara pelan.

“Bosan katamu?!”

“Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan?!”

Raja iblis Mo Guang melirik ke arah pria yang menyelamatkan Yingge.

Pria itu menjelaskan semuanya. Setiap gerak-gerik Yingge diam-diam dipantau oleh kepercayaan raja Mo Guang.

“Hanya karena siluman kecil sepertinya, kau berani melanggar perintahku?!”

Yingge mendongak. Memasang wajah kesalnya.

“Dia adalah sahabatku!” bentak Yingge.

PLAK!

Wajah Yingge sontak terenyak ke samping.

“Kau berani membentakku?!”

Yingge terpaku. Kali ini dia benar-benar telah membuat ayahnya marah.

“Mingkun! Kurung putri Yingge di wilayah lautan iblis!”

“Tanpa perintahku, jangan biarkan dia keluar!”

Di depan lautan tak berbatas yang mengeluarkan aura hitam sepasang mata memandang dengan wajah pasrah.

Rencana yang telah ia susun selama beberapa tahun ini gagal.

Terakhir kali ia dihukum oleh ayahnya di wilayah lautan iblis memakan waktu hingga ratusan tahun.

Sekarang entah berapa lama lagi dia akan berada di lautan jiwa.

Semua pintu penjagaan di berbagai arah telah diperketat oleh penjagaan, bahkan diperisaikan oleh Mingkun.

Yingge berjalan hingga ke tepi laut, duduk di atas batu karang. Energi hitam yang berada di sekitar lautan mengelilingi tubuhnya.

Ia duduk bersila, memulai ritual, menyerap energi hitam yang mengelilinginya.

Beberapa minggu berdiam diri, akhirnya ia kehabisan kesabaran.

Ia pergi ke samping gerbang, mencoba untuk menghancurkan segel yang dipasang Mingkun.

Braak!

Sesuatu hal di luar pemikirannya terjadi!

Sebelumnya ia tak pernah berhasil menghancurkan segel penghalang Mingkun, tapi kali ini ia merasakan kekuatannya telah meningkat, segel penghalang sangat mudah dihancurkan.

“Putri Yingge, kau tak boleh keluar!”

“Raja iblis akan menghukum kami jika ia mengetahuinya!”

Yingge mengibaskan tangannya, membuat kedua penjaga pingsan.

Sebelumnya ia takut jika diketahui ayahnya, tapi saat mendengar pembicaraan kedua penjaga bahwa ayahnya terburu-buru keluar dari alam iblis, Yingge akhirnya menggunakan peluang ini.

“Tenang saja, kalian tidak akan dihukum. Aku akan kembali secepatnya!”

Akhirnya Yingge berhasil melewati perbatasan alam dan tiba di alam manusia.

Agar rencananya tidak dihalangi oleh para peri, ia berbaur, menyegel aura iblisnya sendiri dan menyamar seperti gadis yang berasal dari dunia manusia.

Keramaian di dunia manusia merupakan hal yang baru bagi Yingge.

Hingga hari telah malam, Yingge tidak juga menemukan jejak sahabatnya.

Jalanan semakin sunyi, tapi suara musik dan nyanyian menarik perhatiannya.

Penasaran akan hal itu Yingge segera menuju ke arah keramaian.

Di depannya berdiri bangunan tinggi yang dipenuhi dengan hiasan Bunga dan cahaya lampu.

Tanpa pikir panjang Yingge masuk ke dalam.

Pemandangan di dalam sana membuat mata Yingge berbinar.

“Eee, Nona sepertinya kau salah masuk tempat,” ucap seorang perempuan beriasan tebal dan berpakaian sedikit terbuka.

Yingge tak memedulikan perkataan perempuan itu, matanya sibuk mencari sesuatu.

Sementara wanita yang di depannya memperhatikan lebih dekat ke arah Yingge.

“Nona, kau mencari seseorang?”

“Benar!” spontan jawab Yingge, “dia sahabatku, kau pernah melihatnya?”

Dengan mata berbinar ia memperlihatkan selembar kertas lukisan wajah temannya.

“Aaah, ternyata dia sahabatmu? Ayo Nona, masuk ke dalam. Aku akan membawamu bertemu dengan sahabatmu.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Ruby Camden
Ruby Camden
salfok ... dewi bunga persik jadi dewi persik
2022-09-22 22:48:09
0
0
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status