Lizheng dengan cepat memutar posisi mereka berdua.Serangan yang harusnya dibendung Yingge, kini telah dihadang Lizheng.“Dasar bodoh! Kau pikir dengan bertindak seperti ini aku akan memaafkan perbuatanmu?”Meski di mulut Yingge ia sangat membenci Lizheng, tapi ada perasaan aneh yang muncul di dalam hati. Persis saat ia merasa kehilangan Linlin.“Maaf, sudah membuatmu menderita, Nona Linlin.”“Kau tak perlu memaafkanku. Ini memang salahku, Nona Linlin.”Lizheng tersenyum di balik bibirnya yang kini mengeluarkan darah segar. Perlahan jemari tangannya yang bergetar mengulurkan sesuatu ke depan.Sebutir obat diletakkan ke telapak tangan Yingge.“Hiduplah dengan baik, dan jauhi kejahatan.”Jemari tangan Yingge digenggaman.Telapak tangan itu membalut kepalan tangan dan memberikan kehangatan.DEG!“Sudah terlambat, Lizheng bodoh! Kenapa tidak kau berikan dari awal?!”Lelaki itu tersenyum sambil menggelengkan kepala, “be-belum terlambat. Asalkan kau masih hidup, itu sudah cukup bagiku.”“Be
Last Updated : 2026-02-15 Read more