Enam bulan kemudian. Rumah Stela dan Reno.Stela kini sedang hamil tua. Perutnya sudah besar, usia kehamilan sudah memasuki bulan kedelapan. Reno sangat protektif. Ia tidak mengizinkan Stela melakukan pekerjaan berat. Setiap pagi, ia menyiapkan sarapan sebelum berangkat kerja. Setiap sore, ia pulang lebih awal untuk menemani Stela. Setiap malam, ia memijat kaki Stela yang mulai bengkak.Glensi yang kini berusia 12 tahun, sudah menjadi remaja yang bertanggung jawab. Ia membantu ibu tirinya—begitu ia menyebut Reno, meskipun Reno bukan ayah kandungnya. Tapi Glensi sayang pada Reno. Reno tidak pernah membedakan. Ia memperlakukan Glensi seperti anak sendiri.“Glensi, tolong belikan gula di warung, ya,” pinta Stela suatu sore.“Iya, Bu. Glensi beli juga telur, ya. Stok habis.”“Iya, Nak. Terima kasih.”Glensi berlari ke warung. Di perjalanan, ia bertemu Laut yang baru pulang sekolah.“Laut! Ikut belanja yuk!” ajak Glensi.“Belanja apa?”“Gula sama telur. Buat Ibu.”Laut mengangguk. Mereka b
Read more