“Mas Abi!”Langkah Fika terhenti, saat melihat Vira berada di ruangan yang sama dengan Abi. Vira berbalut perban di pelipisnya, sementara Abi, terlihat memakai gips, dari telapak tangan kanan hingga mendekati siku. Tampaknya, tidak ada luka serius dan keduanya mungkin bisa pulang setelah ini, menurut Fika. “Fika?” Abi cukup terkejut, saat melihat kedatangan istrinya ke rumah sakit. Padahal, Abi jelas-jelas tidak memberitahukan siapa pun, tentang kecelakaan yang menimpanya. Abi baru akan mengatakan semua itu, ketika sudah sampai di rumah agar Fika tidak khawatir sama sekali.Namun, siapa orang yang telah memberitahukan Fika?“Kamu … aku—”“Bu Vira baik-baik aja?” Fika kembali melanjutkan langkah, lebih dulu menghampiri Vira yang duduk bersandar di ranjang pasien. Sekilas, tatapan Fika tertuju pada Abi yang sudah berdiri dari kursi di samping ranjang, ketika melihatnya datang.“Baik,” angguk Vira. ”Cuma lecet, memar, sama terkilir sedikit di kaki.” Vira segera beralih pada Abi, karena m
Read more