Eva bilang, anak ini merindukan Ayahnya, aku tidak mengerti. "Maksudnya?""Apa ada masa kamu tidak bisa melihat wajahnya?" Aku melihat Alex sekilas yang hanya menjadi pendengar yang baik sejak tadi. Setelahnya aku mengangguk singkat. "Berapa hari?""Ya, adalah beberapa hari." Jawabku sekenanya. Eva mengangguk-ngangguk mengerti. "Berarti benar, dia memang sedang merindukan ayahnya.""Maksudmu, aku datang padanya malam itu, karena anak ini?" "Bisa jadi, tidak ada yang tau." Ini jadi masuk akal. Aku yang selama ini sering kali mencoba menahan diri, berpegang teguh pada pendirian untuk tidak membuka hati pada siapapun lagi, tiba-tiba merindukan kehadiran lelaki itu. Padahal saat itu, aku sangat takut kembali mengulang kisah lama. Apalagi, setelah tahu bagaimana hubungan Alex dan Risa. Rasanya benar-benar seperti membuka buku yang sama."Jadi, mungkin ini bukan tentang hatiku...." Tanpa sadar aku bergumam kecil."Kamu bilang apa?" Alex bertanya, mungkin karena dia mendengar omonganku ya
Last Updated : 2026-01-09 Read more