LOGINHanna tidak pernah membayangkan, ia akan terjebak dalam kisah menyedihkan. Melihat sahabatnya sendiri menikahi orang yang ia cintai, Hanna terluka begitu dalam. Malam itu, Hanna memutuskan untuk pergi di tengah acara, ia tak lagi sanggup. Tapi malangnya, Hanna malah bertemu dengan seorang lelaki yang mengaku memiliki luka yang sama dengannya, Alex. Lelaki itu, membawa Hanna ke apartemennya dan menawarkan 2 gelas wine. Siapa sangka, 2 gelas wine itu telah merubah hidup Hanna sepenuhnya. Apa yang terjadi malam itu? Entahlah, yang pasti Hanna tersadar di tempat tidur bersama seorang lelaki tanpa busana.
View MoreKarena tidak jauh dari kantor, aku memilih jalan kaki. Meski Willie tetap memaksa ikut. Kami berakhir melangkah ringan di jalan setapak, diam dalam kecanggungan. Entahlah, mungkin hanya aku yang merasa tidak nyaman. “Eum …,” aku mulai bersuara. Melirik beberapa kali sebelum siap. “Ada apa?” Dia melihatku. “Kamu ingin tau apa yang terjadi antara aku dan Eva?” Tebaknya. “Mungkin …?” Ragu-ragu aku menjawab, padahal sangat yakin dalam hati.“Aku melamarnya.” Seketika kaki berhenti bergerak, terpaku dengan apa yang baru saja lelaki itu ucap “Apa?”Ia berbalik melihatku yang tertinggal di belakang. “Apa timingnya kurang tepat?”“Hah?” Maksudnya?“Gimana menurutmu?” Kami saling berhadapan. Ia menunggu jawaban dariku. Tapi, Aku tidak tahu harus mengatakan apa.“Lalu apa jawaban Eva?” Kenapa lamaran itu membuat mereka seperti ini?“Dia menolak.”“Apa?” Aku menghampirinya. “Kok bisa?”“Sepertinya dia tidak berniat serius denganku.” Willie menunduk, menendang kerikil yang menghalangi jalan
Hidupku mulai tenang. Farhan tak lagi datang, begitupun Risa. Entah apa yang terjadi pada mereka berdua, aku juga tidak penasaran. Sekarang, waktu kuhabiskan lebih banyak dengan ibuk dan Eva, ditambah Willie–juga Alex, tentu saja.Hampir dua bulan berlalu semenjak aku mengutarakan apa yang ku rasa pada Farhan pagi itu. Kekesalanku sudah lepas, hatiku juga sudah cukup lega. Ku pikir, hidupku akan baik-baik saja setelah ini. Seperti biasa, membiarkan waktu berlalu, dan menjalani hari tanpa ekspektasi. Namun, aku tidak bisa melupakan satu hal.“Apa kamu tumbuh dengan baik?” Pada kaca, kutatap diri sendiri. Kemeja yang kupakai sedikit kekecilan. Bukan karena ukurannya yang salah, tapi badanku yang jadi lebih berisi. Aku menunduk, menggerakkan tangan mengelus perutku yang mulai terlihat membesar. Aku mengelusnya beraturan, menghela nafas pelan. Kekhawatiranku tidak tumbuh begitu saja, aku sudah menerima takdirku dengan baik. Hanya saja, bagaimana caranya aku menjelaskan ke orang-orang s
“Aku bisa menjadi ayah pengganti untuk anakmu.” Ada kesungguhan di mata lelaki itu. Ia seolah memintaku untuk kesempatan.Tidak, semua ucapan itu tidak menggerakkan hatiku. “Kamu gila.” Desisku tidak suka. “Hanna,” Farhan kembali mendekat. Ia meraih jemariku lembut, lalu mengusap perlahan beraturan. “Asalkan bersamamu, bair-pun harus menjadi ayah sambung, aku bersedia.” Bahunya turun, ia mulai mencoba merayuku melayangkan tatapan penuh harap. Ku tepis tangannya kasar. Mulai memindai wajah itu lekat. Aku hanya tidak bisa percaya dengan apa yang ku dengar. “Kamu bercanda kan?”“Aku serius.” Aku malah semakin benci mendengarnya. “Tidak, aku tidak butuh.” Aku menggeleng beberapa Kali, “akan ku anggap ini sebagai candaan.” Tidak mau lagi berbedabat, kuputuskan beranjak dari hadapannya.Aku sudah cukup sabar dengan semua kegilaan yang datang silih berganti. Tidak mau emosi menguasai, menjauh darinya adalah pilihan terbaik sekarang. Namun, Ia segera berbalik. Mencekal tanganku cepat. “H
Bubur sudah dimasak dan sudah tersaji di atas meja. Yang harus dilakukan sekarang adalah membangunkan Alex, menyuruhnya makan dan minum obat. Semalam, setelah jatuh tertidur begitu saja, aku melanjutkan untuk membersihkan tubuhnya. Aku juga sudah mengganti baju. Hanya baju, tentu saja dan menyelimuti tubuhnya dengan berlapis selimut.Setelah itu, aku membersihkan diri dan memakai piyama dengan pakaian yang entah sejak kapan mulai mengisi lemari Alex. Lelaki itu, mengoleksi baju perempuan dan sebagian besar pas pada tubuhku. Hingga akhirnya berakhir terlelap di atas sofa. Dan pagi ini bangun lebih awal untuk menyiapkan lelaki itu bubur. Tadi sebelum memasak, aku sudah memeriksanya, ia lebih baik sekarang, suhu tubuhnya sudah turun. “Hanna?” Alex bangun, pelan kakinya melangkah mendekatiku. “Sudah bangun?” Tanyaku datang padanya. Aku memegang pergelangan lelaki itu, mencoba membantu. Bukannya menerima, Alex malah memasang wajah heran dan diam ditempat, membuatku ikut berhenti. “Apa y
Alex memesankan kami sarapan. Secara tiba-tiba. Aku bahkan tidak tau, sejak kapan semua hidangan tersebut tertata rapi di atas meja. Ia menyuruhku untuk duduk dekatnya, memaksa agar menghabiskan semua sayuran, daging serta buah-buahan yang telah ia potong kecil-kecil. Aku tidak tau mengapa, semua
"Hanna," ia menyebut namaku dengan hati-hati. Aku hanya bisa menunggu, apa yang akan ia lontarkan selanjutnya. "Bolehkah aku menciummu?" Awalnya, aku sedikit terkejut, membola seketika. Bingung, berpikir keras. Seharusnya, aku tak perlu menimang bukan? Seharusnya aku hanya perlu mendorongnya menj
"Kamu punya wine?" "Apa?" Alex menaikkan alis heran, ia menarik diri duduk tegak. Meski tidak berpindah sedikitpun dari tempat semula. "Untuk apa?" "Entahlah, mungkin aku akan melupakan semua. Meski hanya untuk sesaat." Meski banyak masalah yang datang setelah 2 gelas wine malam itu. Aku rasa, c
Aku memutuskan untuk masuk melewati gerbang. Melawan diriku sendiri yang sedari tadi menyuruh berbalik. Hati dan otakku seakan bertarung tanpa henti. Dan aku, tetap melangkah mengikuti suara lain yang terus berbisik. Kurasa, aku sudah gila. Aku seakan tau, tempat mana yang ingin kutuju. Aku berj












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews