"Katakan," bisik Sunny, jantungnya mulai berdebar dengan alasan yang berbeda dari sebelumnya.Ryuse menatapnya lama, bibirnya terbuka, namun kata-kata itu seolah tersangkut di tenggorokannya. Dia menghela napas, mencoba menyusun kembali kalimat yang sudah lama dia tahan."Ada hal-hal dari masa laluku yang belum kuceritakan padamu," katanya akhirnya, suaranya pelan namun penuh beban. "Hal-hal yang mungkin akan membuatmu melihatku berbeda."Sunny menggenggam tangannya sendiri erat-erat, mencoba menyiapkan diri untuk apa pun yang akan keluar dari mulut Ryuse selanjutnya.Namun sebelum Ryuse sempat melanjutkan, pintu di belakang mereka terbuka. Marvin muncul dengan wajah yang sedikit canggung, jelas tidak bermaksud mengganggu, tapi juga tidak punya pilihan lain."Maaf mengganggu, Kak," katanya, "tapi Rury memaksa ingin tidur di kamar sebelahmu malam ini. Katanya dia takut sendirian di rumah baru."Momen itu pecah begitu saja. Ryuse menutup mulutnya, menatap Sunny dengan raut wajah yang me
Magbasa pa