“STOP, PA, STOP!”Ardi sama sekali tak terpengaruh oleh teriakan sang istri yang berusaha menghentikannya untuk memukuli bajingan itu yang sayangnya adalah anak kandungnya sendiri.Sementara itu yang tengah dipukuli hanya diam pasrah, menerima setiap hantaman menyakitkan yang sudah ia terima sejak bermenit-menit lalu. Tak ada keinginan untuk melawan, pun menyangkal atas setiap lontaran kata kasar yang sang ayah tujukan padanya. Semuanya memang salahnya. Ia pantas mendapatkan semua ini. “Anak gak tahu diuntung! Gak tahu malu!” Ardi melayangkan pukulan terakhirnya pada wajah sang anak sebelum benar-benar berhenti. Ia bangkit dari posisi jongkoknya dengan napas yang memburu. “Kamu nggak dididik buat jadi bajingan! Kamu nggak dididik buat jadi laki-laki brengsek! Tanggung jawab Papa d
Read more