Laptop yang masih menyala langsung ditutup tanpa dimatikan lebih dulu, Dante mengambil buku dan tasnya sebelum akhirnya beranjak, mengabaikan teman perempuannya yang kebingungan melihat perubahan sikapnya setelah menerima telepon. Dante dan ketenangan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, jarang bicara, jarang tersenyum, dan selalu tampan, ia selalu bersikap seolah tidak ada topik di dunia ini yang pantas menjadi kekhawatirannya. Setidaknya itu yang Melia tahu, cewek berambut sepundak itu sudah mengenal Dante sejak duduk di bangku SMP, sebelum akhirnya bertemu kembali sebagai kakak tingkat di bangku kuliah. Dante Andromeda begitu dingin, sedikit bicara, focus pada pendidikan, dan tidak tersentuh. Namun agaknya, setelah tahun demi tahun berlalu, kepribadian orang bisa saja berubah, sekarang Dante Andromeda yang dikenal dingin pun bisa tampak kalut karena seseorang. “Kenapa, cewekmu sakit?” tanya Melia. Tidak mungkin Melia tidak menyadarinya, sejak bertemu kembali beberapa b
더 보기