"Tidak bisa," aku menahan tangannya dan kembali merapikan pakaianku. Rean tentunya tersentak atas penolakan tersebut. "Maksudku, sebentar lagi jam makan malam, aku harus kembali!" Aku meletakkan roti yang ku beli sebelumnya ke atas mejanya. Aku bisa melihat wajahnya yang sedikit cemberut dengan tangannya yang beralih memainkan rambutku. Sedangkan Iris Red Diamond nya mengarah pada roti tersebut. "Tiap diam-diam pergi berkeluyuran apa kamu selalu memperhatikan tiap waktu itu?" "Iya. Malas saja mencari alasan kepada ayahku." Aku segera melihat ke luar jendela. Langit sudah jingga. Lalu, aku kembali menoleh ke dirinya, ia seketika membeku melihat ekspresi dingin yang ku buat. "Oh iya, kalau sudah menikah dan kamu berselingkuh.... Sebelum meninggalkanmu, tentunya aku akan menghukum mu!" "Hemm, menghukum dengan apa?" "Minimal dipotong," mataku mengarah ke bawah dengan tersenyum manis. Ia meneguk kasar ludahnya dan langsung menutup bagian bawahnya. "Lagian aku tidak sep
อ่านเพิ่มเติม