bab 23 Pov MelatiAku meraih paket itu dengan penasaran."Paket apa ini? Seingatku, aku tidak pernah memesan barang apapun," Kugoncang-goncangkan kardus itu sedikit keras.Aneh....Tidak ada suara apapun, tapi paket itu terasa berat."Paket dari siapa, Bu? Wah, ibu habis belanja, ya?" Eni menghampiriku yang masih terdiam.Aku hanya mengedikkan bahu."Nggak tahu, En! Seingatku, aku tidak membeli apa-apa!""Tapi paket ini ada nama ibu dan juga alamat toko kita, Bu!" Eni membolak-balikkan paket itu.Daripada kami semakin penasaran, gegas kuambil gunting, lalu membukanya hati-hati.Takut isinya barang penting.Aku meletakkan kardus itu di meja lalu membukanya.Eni yang duduk di sampingku, nampak tidak sabar juga.Begitu kubuka kardus itu...."Astagfirullah...." pekik kami bersamaan.Eni bahkan sampai meloncat dan menjauh.Karyawan yang lain ikut mengerumuni kami, sambil mencari tahu."Ada apa, sih?" tanya Seli."Iya...iya....kenapa?" bisik yang lain."Apaan tu? Paket ya? Jangan-jangan isin
Read more