Tiffany merasa canggung. “Kalau begitu, terserah kamu saja mau mabukin dia sampai gimana. Coba kamu lihat nanti apa aku akan mengedipkan mataku?”Selesai berbicara, Tiffany menambahkan lagi, “Lagi pula, bukan hanya Tuan Bondan saja yang nggak disayang, masih ada Chandra dan Bos Yandi!”Ketika Tiffany menyebut nama Chandra, Dania yang sedang memoles lipstik di bibir Sonia refleks tertegun sejenak, lalu lanjut memoles lipstik dengan konsentrasi.Tasya yang memegang buket bunga segera berkata, “Bos Yandi itu anggota keluarganya Sonia. Kalian nggak boleh menindasnya!”Begitu ucapan selesai dilontarkan, Ranty, Tiffany, dan yang lain serempak memalingkan kepalanya.Ranty mengangkat alisnya. Matanya kelihatan berkilauan. “Tasya, kamu begitu perhatian sama Bos Yandi?”Tasya memutar bola matanya. “Aku kasihan sama Sonia!” Selesai berbicara, dia meletakkan tangannya di atas pundak Sonia sembari tersenyum. “Benar, ‘kan? Bibi Sonia?”Ranty segera berkata, “Lho, sekarang panggilnya Bibi Sonia, rasa
Read more