“Bukan!” kata Fiona dengan suara datar, “Kami sudah lama nggak berhubungan!”Joana berkata dengan tersenyum, “Kalau jadi aku, aku juga nggak akan pergi. Padahal sudah bertahun-tahun nggak berhubungan, sekarang malah tiba-tiba mulai dihubungi saat mau tunangan, bukannya semua itu demi hadiah!”Fiona berkata, “Pemikiranmu ini terlalu sempit, deh?”Joana mendengus dingin. “Aku rasa sih seperti itu!”Fiona menggeleng. “Kelly bukan orang seperti itu!”Joana memutar bola matanya, kemudian menghasut, “Gimanapun kita itu teman sekolah, sekarang Kelly akan segera bertunangan, gimana kalau kita pergi meramaikan?”Orang yang lain berkata, “Aku sudah bertahun-tahun nggak berhubungan sama Kelly. Ngapain aku kasih dia hadiah pertunangan?”Joana mencemberutkan bibirnya. Matanya pun berkilauan. “Kita cuma pergi meramaikan saja, untuk beri dia muka, kata siapa mau kasih hadiah? Kita sekalian lihat seorang alumni universitas ternama di dunia dapat suami kaya seperti apa?”Teman-teman yang lain mengerti
Read more