“Lebih baik kamu bersamaku saja. Hati Kak Matias-ku nggak begitu sempit!” Baru saja Ranty menyelesaikan omongannya, ponselnya pun berdering. Dia mengangkat panggilan dan mengangkatnya. Nada bicaranya seketika menjadi manis. “Kak Matias!”Matias berkata, “Perutku tidak nyaman.”Ranty segera bertanya, “Ada apa?”Kening Matias berkerut. “Sepertinya karena ada cuka di bubur tadi pagi!”Baru saja Ranty mengatakan dia tidak merasakan ada cuka tadi, matanya seketika berputar dan dia pun segera mengerti. Dia sungguh kehabisan kata-kata. “Menurutku bukan perutmu yang bermasalah, tapi hatimu yang terlalu sempit sementara nafsumu terlalu besar, makanya sampai kekenyangan!”Selesai berbicara, Ranty langsung mengakhiri panggilan.Melvin yang berdiri di samping melipat kedua lengan di depan dadanya, menatap Ranty dengan santai.Ranty tidak merasa canggung lantaran dengan sikap percaya dirinya tadi. Dia malah menghela napasnya. “Sepertinya dia belajar yang buruk-buruk dari Reza!”Melvin sungguh meras
Baca selengkapnya