Di seberang sana, Gavin terdiam cukup lama setelah mendengar jawaban dari kekasihnya. Logika masih merasakan ada banyak kejanggalan, namun mendengar suara Sandra yang meyakinkannya dengan nada memohon, kemarahannya perlahan surut menjadi rasa tidak berdaya. "Kamu yakin? Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu yang berbahaya dariku, kan?" "Aku yakin, Yang. Sangat yakin," dusta Sandra, merasakan hatinya seperti diiris sembilu. "Besok pagi kamu harus kembali ke luar kota. Fokuslah pada pekerjaanmu di sana. Jangan buat fokusmu terpecah karena aku. Aku berjanji akan menjaga diriku dengan baik di sini, demi pernikahan kita nanti." Gavin menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang sarat akan kerinduan yang tertahan. "Baiklah... kalau itu katamu, aku akan mencoba memercayainya. Jaga dirimu baik-baik, Sayang.* "Iya, Yang," lirih Sandra, lalu segera memutuskan panggilan sebelum pertahanan air matanya benar-benar jebol kembali. Di dalam kesunyian kamar, Sandra akhirnya menumpahk
Ler mais