Sean mendelikkan mata, mencengkeram kuat kerah kemeja lelaki di depannya. Napasnya memburu, memancarkan aura mematikan yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut. B-Bos Sean... tolong tenang..." Dokter paruh baya gemetar hebat, wajahnya pucat pasi di bawah cengkeraman sang mafia. "Tenang?!" bentak Sean, suaranya menggelegar rendah namun sarat akan ancaman pembunuhan. "Kamu bilang aku harus tenang setelah kamu memberikan hasil sampah ini? Kamu pikir aku bodoh, hah?!" Brak! Sean menghempaskan tubuh dokter itu ke kursi kerja, bersamaan dengan gebrakan tangan yang dia lakukan di meja dokter. Aga yang mendengar masuk dengan cepat, tangannya secara refleks sudah berada di balik jas, siap menarik senjata. Namun, langkahnya tertahan ketika melihat situasi di dalam. Tidak ada musuh, yang ada hanyalah gurat kemarahan yang luar biasa pekat di wajah Sean. "Bos," panggil Aga datar, mencoba menetralkan atmosfer, ia mengedarkan pandangan sejenak lalu menjatuhkan tangannya lagi.
Read more