Sepanjang perjalanan menuju Campbell Corporation, dadaku masih bergemuruh. Kata-kata Amelia Lovells bukan sekadar makian ibu yang emosional karena anaknya terluka, ada nada personal, sebuah dendam lama yang seolah ia tumpahkan padaku. "Penggoda pria", "Janda", dan "Tahu siapa keluarga Campbell". Kalimat-kalimat itu terus berputar di kepalaku seperti kaset rusak. Mobil berhenti tepat di depan lobi gedung pencakar langit yang megah itu. Dengan langkah pasti meski hati masih diselimuti kegelisahan, aku melangkah masuk. Para karyawan menunduk hormat, namun aku hampir tak menyadarinya. Pikiranku tertuju pada satu orang, Henry. "Mrs. Campbell? Anda ingin bertemu Tuan Henry?" Sekretaris Henry, seorang wanita muda yang efisien, tampak terkejut melihat kedatanganku yang tanpa janji temu. "Ya, apa dia sedang sibuk? Ini mendesak," ujarku berusaha menjaga nada suaraku tetap tenang. "Beliau sedang ada rapat kecil, tapi sebentar lagi selesai. Silakan tunggu di ruangannya, Nyonya." Aku
Last Updated : 2026-02-15 Read more