LOGINMenjadi istri kontrak bukanlah impian setiap wanita, termasuk Angelina Louis, anak kedua dari dua bersaudara keluarga kaya Louis yang tiba-tiba harus bangkrut karena memiliki banyak hutang. Di saat Angelina merasa putus asa itulah Henry Bastian Campbell datang padanya dan menawarkan sebuah kontrak sebagai istrinya untuk jaminan bisa melunasi semua hutang keluarga Louis. Hidup Angelina berubah sejak saat itu. Ia harus terjebak dalam perjanjian yang membuat hidupnya menderita, karena Henry bersikap semena-mena sebagai suaminya. Tak ada rasa cinta, pernikahan terjadi karena terpaksa. Hingga sampai pada titik puncaknya mengharuskan Angelina pergi dari hidup Henry. Namun, ternyata kisah di antara mereka tak berhenti sampai di situ. Mereka dipertemukan kembali setelah bertahun-tahun lamanya dalam keadaan yang sudah berbeda, dan yang paling mengejutkan, Angelina ternyata memiliki seorang anak yang wajahnya mirip seperti sang mantan suami, Henry Bastian Campbell. Di saat itulah perjuangan Henry dimulai untuk bisa mendapatkan apa yang sudah pria itu sia-siakan dahulu, dan mungkinkah juga anak Angelina adalah anak dari Henry?
View MoreBuka pakaianku sekarang!” Perintah seorang pria bertubuh atletis dengan wajah tampannya yang maskulin menatap tajam padaku dengan pandangan merendah.
“A-apa??” Aku menyahut dengan suara seperti dicekik karena menahan rasa gugup yang luar biasa.“Apa harus aku ulangi ucapanku tadi? Kau bukan wanita tuli ‘kan?” ejek pria bernama Henry Bastian Campbell yang baru saja resmi menjadi suamiku, seraya tersenyum smirk masih dengan tatapan merendahnya padaku.“Ta-pi?” Aku masih ragu untuk melakukan perintahnya. Walaupun itu memang sudah menjadi kewajibanku sebagai istrinya. Bukan istri yang sesungguhnya, namun istri kontrak yang hanya dinikahi untuk menebus hutang perusahaan mendiang ayahku yang bangkrut beberapa bulan yang lalu.“Angelina Louis! Kau bukan wanita bodoh yang tak bisa melakukan hal sepele untuk membuka pakaian seorang pria, kan? Apa perlu aku mengajari bagaimana caranya melakukannya padamu?!” Kilat matanya semakin tajam menatapku.Melihatnya dengan ekspresi wajah yang berubah mengerikan tentu membuatku mau tak mau terpaksa melakukan apa yang Henry perintahkan. Tanganku yang dingin kini mulai membuka pengait kancing toxedonya dengan gemetar. Masih dengan jelas kulihat pria yang merupakan suamiku itu menatapku tajam. Sampai akhirnya nafasku tercekat saat kancing jasnya kini sudah terlepas sepenuhnya hingga menampilkan otot perutnya yang keras dan menonjol.“Kenapa kau berhenti? Apa kau baru pernah melihat otot pria telanjang seperti ini?” Seringainya kini masih dengan pandangan mengejek.“Ini sudah cukup ‘kan?” Aku mencoba mengalihkan pandanganku ke arah lain.“Tak perlu bersikap sok polos di depanku. Aku tahu kau ini adalah putri dari Gary Louis yang dikenal suka berfoya-foya, namun tidak untuk sekarang.” Henry mengangkat wajahku agar menghadapnya kemudian tersenyum sinis, “Bagiku kau hanyalah wanita penebus hutang! Tidak lebih dari wanita murahan yang menjual tubuhnya hanya untuk uang!” desisnya tajam dan menusuk.Kalimat menghina Henry tentu sangat menyakitkan terdengar, kata-katanya tak hanya merendahkanku sebagai wanita, namun juga sengaja membuatku terluka. Aku beranikan diriku membalas tatapannya dan berkata, “Aku memang wanita penebus hutang, tetapi bagaimana pun juga sekarang aku adalah istrimu yang sah Henry Bastian Campbell, walaupun itu juga hanya sebatas kontrak!” ucapku dengan berani.Air muka Henry berubah dengan cepat, secara mengejutkan ia mencengkeram rahangku dengan kasar dan berkata lantang, “Kau sepertinya bangga sekali dengan menyebut ‘istri’ di depanku, Angelina Louis! Jika kau berpikir demikian, maka akan aku perlihatkan apa yang harus dilakukan wanita yang disebut ‘istri’ sesungguhnya sekarang!” Henry mendorong tubuhku hingga jatuh terhempas di ranjang yang tepat di belakangku hingga aku memekik kaget dengan sikapnya yang sangat kasar.“Apa yang kau lakukan, Henry?!” aku mulai ketakutan melihat sikapnya padaku.“Masih pura-pura bersikap polos di depanku?” Henry menyeringai melepas sisa pakaian yang masih melekat di tubuhnya di depanku, “Akan aku perlihatkan padamu bagaimana tugas istri saat melayani suami di atas ranjang!”Glek!Aku menelan salivaku sendiri dengan susah payah saat mendengarnya. Apakah ini caranya melampiaskan kemarahannya atas apa yang dilakukan ayahku dengan cara menyiksaku seperti ini? Oh, tidak. Tuhan, tolonglah aku. Meskipun aku tahu ini adalah malam pertama kami sebagai suami istri, tapi tetap saja ini adalah hal baru untukku. Aku belum siap melakukannya, apalagi dengan pria yang sama sekali tak aku cintai dan tak memiliki perasaan apa pun padaku. Kami menikah bukan karena cinta, namun karena terpaksa itulah keadaan yang sesungguhnya.“Aku mohon, Henry. Ini pertama kalinya bagiku. Bisakah kau melakukannya dengan sedikit lembut?” aku menatapnya memohon dengan tubuh yang mulai gemetar.“Apa? Kau mencoba bernegosiasi denganku sekarang? Jangan harap kau akan mendapatkan perlakukan istimewa dariku!” sahutnya lantang.Kini Henry berada di atas tubuhku, wajah tampan itu kini berubah mengerikan, tangannya kini mulai melepas gaun pengantin yang aku kenakan dan bahkan merobeknya dengan kasar. Aku berusaha keras memberontak, melindungi tubuhku dengan kedua tanganku sekuat tenaga. Merasa kesal karena penolakanku Henry pun akhirnya menamparku.Aku menjerit kesakitan, namun ia tak peduli. Matanya seolah buta dan telinganya berlagak tuli saat aku memohon padanya berkali-kali untuk tak memperlakukanku dengan kasar seperti ini.“Aku mohon Henry, jangan perlakukan aku seperti wanita yang biasa kau tiduri! Aku adalah istrimu bukan jalang!” aku memohon dengan berderai air mata saat pria yang merupakan suamiku itu mulai menyentuh kasar tubuhku yang kini sudah sepenuhnya polos.Seperti ingin meluapkan seluruh emosinya padaku, Henry melakukannya dengan kasar. Pria rupawan yang dikenal sebagai seorang presdir sempurna itu berubah menjadi seperti iblis dalam sekejap mata. Iblis berkedok manusia yang terlihat sempurna di mata orang lain, namun tidak di mataku....Suara gemericik air mengalir terdengar sayup di telingaku, aku mulai membuka mata ini yang masih terasa berat. Saat aku mulai membuka mata, di saat yang sama itu juga suara pintu dibuka. Aroma maskulin tercium di indra penciumanku ketika sosok yang menjadi mimpi buruk bagiku itu kini berjalan mendekatiku yang masih terbaring lemah dalam keadaan polos di balik selimut yang aku pakai.“Walaupun kau perawan itu tidak akan membuat pandanganku padamu berubah, karena bagiku kau tetap wanita penebus hutang bukan ISTRI di mataku, Angelina Louis,” ucapnya lantang. Setelah mengucapkan kalimat tak berperasaan itu, dengan sikap cueknya Henry berjalan ke lemari pakaian untuk berpakaian. Aku membuang muka dan hanya bisa terdiam diperlakukan demikian.“Baiklah, Henry Bastian Campbell. Jika kau hanya menganggapku wanita penebus hutang, aku terima itu. Namun, setelah kontrak kita berakhir aku pastikan kau akan menyesali apa yang sudah kau lakukan padaku!” desisku dalam hati dengan penuh kebencian.“Kau sudah tahu dengan jelas apa isi kontrak kita, bukan? Jadi aku tak perlu menjelaskannya lagi padamu, bagaimana kau harus bersikap dan peraturan apa saja yang harus kau patuhi selama menjadi istriku!” Henry yang sudah rapi dengan setelan jas kerjanya berkata dengan nada angkuh.“Aku sudah tahu, tak perlu kau mengingatkannya lagi padaku!” sahutku ketus.“Bagus! Jadi bersikaplah biasa dan jangan pernah bersikap sok kenal padaku di depan umum!”“Kau tak perlu khawatir tentang hal itu Tuan Henry Bastian Campbell, aku sama sekali tak berkeinginan untuk mengenalmu lebih jauh selain hanya istri di atas hitam dan putih,” tegasku.“Aku pegang kata-katamu itu.” Henry tersenyum miring kemudian melangkah pergi menghilang dari pandanganku.Setelah pria kejam itu pergi, aku yang masih dalam keadaan terbaring lemah, kini menatap langit-langit kamar yang menjadi saksi bisu bagaimana pria bergelar suami itu menyiksaku semalam dengan tanpa perasaan.Ini bukan akhir dari segalanya. Jadi aku tak perlu merasa duniaku hancur, karena mulai sekarang aku harus menerima takdirku menjadi istri dari pria iblis bernama Henry Bastian Campbell. Setidaknya aku harus bertahan satu tahun ke depan sampai kontrak itu berakhir, setelah itu aku akan menjadi wanita bebas, dan bisa aku pastikan aku akan menghapus nama pria itu dari hidupku untuk selamanya.Tiga tahun telah berlalu sejak malam berdarah di griya tawang itu. Kini, aku berdiri di lobi utama Campbell Tower yang baru, menatap dinding marmer putih yang bersih dan logo keluarga yang kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Kami tidak hanya membangun kembali gedung... kami membangun kembali kepercayaan yang sempat hancur. "Semua laporan audit kuartal ketiga sudah bersih, Mrs. Campbell," suara asisten pribadiku memecah lamunanku. "Dan perwakilan dari yayasan pendidikan sudah menunggu di ruang rapat." Aku mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih. Aku akan segera ke sana." Langkah kakiku bergema di koridor yang luas, namun langkah itu terhenti saat aku melihat siluet yang sangat kukenal keluar dari lift eksekutif. Axel. Ia mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya memancarkan aura pemimpin yang tenang namun tegas. Dulu, Axel adalah "hantu" yang bergerak di balik bayang-bayang. Sekarang, ia adalah Chief Operatin
Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kediaman Campbell, membasuh lantai kayu ek dengan warna keemasan. Tidak ada lagi pecahan kaca, tidak ada lagi bau mesiu yang menyesakkan, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan yang mengintai di balik setiap pintu yang terkunci.Aku menyesap kopi pahitku, menatap ke arah taman belakang di mana tawa riuh rendah mulai terdengar.Di sana, di atas rumput hijau yang dipangkas rapi, Axel sedang berlutut, membantu Andrew dan Damian merakit sebuah pesawat model yang rumit. Tangan Axel yang dulu hanya mengenal dinginnya logam senjata, kini bergerak dengan ketelatenan yang luar biasa, membimbing jemari kecil putra-putranya. Luka parut di punggung tangannya akibat gesekan kabel baja malam itu masih ada, sebuah tanda permanen tentang pengorbanannya, namun matanya tak lagi menyimpan kegelapan "sang hantu".Ia telah kembali. Benar-benar kembali.Suara bel pintu mengalihkan perhatianku. Saat
Aku meronta sekuat tenaga, memutar tubuhku untuk melepaskan diri dari himpitan tubuhnya. "Lepaskan aku, bajingan! Kau pengecut, Jeremy! Kau hanya bisa menggunakan kekerasan karena kau tahu kau tidak akan pernah memilikiku dengan cara lain!"Satu tamparan keras mendarat di pipiku, membuat pandanganku berkunang-kunang dan rasa anyir darah memenuhi mulutku. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa keberanianku. Saat ia mencoba menyatukan tubuhnya denganku, tanganku yang sempat terhimpit berhasil meraih benda yang kucari sejak tadi, pembuka surat perak yang tajam.Jemariku mencengkeram gagang dinginnya. Aku menunggu. Aku membiarkan dia merasa menang, membiarkan dia mengira aku telah menyerah saat ia membenamkan wajahnya di leherku dengan rakus."Matilah kau," desisku.Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menghujamkan ujung perak itu ke arah bahunya. Jeremy melolong kesakitan saat logam itu menembus jas mahalnya. Cengkeramannya mengendur seketika, memberiku ruang untuk menendang
Mansion Campbell kacau balau. Henry berteriak pada kepala keamanannya di lantai bawah, tapi Axel tidak peduli dengan ego Henry yang terluka. Axel berada di kamar Angelina, matanya memindai setiap jengkal ruangan yang kini terasa hampa.Semuanya tampak bersih. Terlalu bersih. Unit Alpha Jeremy adalah profesional. Namun, Angelina mengenal Axel lebih baik dari siapa pun. Angelina tahu Axel tidak mencari jejak kaki, tapi mencari pesan.Axel berlutut di samping tempat tidur Andrew. Di sana, di atas karpet bulu, Axel melihatnya. Sebuah pemandangan yang tak kasat mata bagi mata awam: tata letak mainan blok kayu Andrew.Andrew tidak pernah menyusun baloknya secara vertikal saat tidur. Tapi sekarang, tiga balok merah berdiri tegak, diikuti oleh satu balok biru yang miring ke arah barat laut.Tiga balok merah: Kode darurat Axel dan Angelina untuk "Tiga penculik".Balok biru miring : menunjuk ke arah sektor koordinat yang pernah Axel dan Angelina diskusikan saat mempelajari peta kota.Axel m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore