Malam belum usai.Namun, suasana tak gelap dan tak dingin lagi.Sebuah ritual pembantaian masal yang megah tengah digelar tanpa ampun. Tiada lagi kegelapan dan kesunyian yang mencekam, semuanya sirna ditelan kegilaan seorang Adrian Mahendra.Api unggun raksasa terlihat berkobar sombong menjilat langit, berpadu sempurna dengan gema angkuh suara ledakan beruntun puluhan butir granat dan dua peti amunisi di dalam truk yang terbakar. Perlahan tetapi pasti, aroma hangus daging terbakar pun mulai menyebar diantar embusan angin malam yang kini tak lagi dingin.Malam itu, surat perintah kematian masal lebih dari tiga puluh orang serdadu – diterbitkan!Tiba-tiba saja, api membakar rambut dan baju seragam mereka. Sementara, empasan hawa panas yang melampaui imajinasi langsung membuat kulit mereka melepuh dan bahkan meleleh. Wajah Dewa Kematian benar-benar menjelma nyata ketika puluhan atau bahkan ratusan serpihan tajam pecahan granat menerjang tubuh, lalu tanpa ampun merobek daging dan menghuja
Read more