Sejak percakapan mereka di koridor kemarin, Rafael tidak bisa berhenti memikirkan Delia. Bukan karena gadis itu mengatakan sesuatu yang aneh.Justru sebaliknya.Delia tidak mengatakan apa-apa.Biasanya, setiap kali Rafael menegurnya, Delia akan langsung memberikan penjelasan panjang. Bahkan terkadang gadis itu akan berusaha meyakinkan Rafael bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.Namun kemarin...Delia hanya menjawab seperlunya.Tidak membela diri.Tidak memohon untuk dipercaya.Bahkan ketika Rafael menyebut nama Renata, gadis itu tidak terlihat panik sedikit pun.Rafael mengernyit.Ada sesuatu yang berbeda. Dan entah mengapa, ia mulai memperhatikan perubahan itu.Pagi itu, ketika memasuki kelas, pandangan Rafael tanpa sengaja jatuh ke arah Delia.Gadis itu sedang duduk bersama Nina. Keduanya tampak sibuk membicarakan sesuatu. Sesekali Nina tertawa, kemudian Delia ikut tertawa. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari keberadaan Rafael.Dulu, pemandangan seperti itu hampir must
Read more