مشاركة

Bab 21. Rafael Tahu

مؤلف: Dian Alfina
last update تاريخ النشر: 2026-08-24 10:55:41

Rafael masih berdiri di tempat yang sama setelah Renata pergi.

Kalimat gadis itu terus terngiang di kepalanya.

“Kalau kamu benar-benar ingin tahu, tanyakan sendiri kepada Delia.”

Rafael mengembuskan napas pelan. Sebenarnya ia tidak ingin ikut campur. Setidaknya, itulah yang berusaha ia yakini. Namun rasa penasaran membuat langkahnya justru membawanya menuju kelas Delia.

Di sana, ia melihat Nina sedang membereskan beberapa buku ke dalam tas.

“Delia di mana?”

Nina yang mendengar suara Rafael lang
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 22. Gadis Yang Berubah

    Sejak percakapan mereka di koridor kemarin, Rafael tidak bisa berhenti memikirkan Delia. Bukan karena gadis itu mengatakan sesuatu yang aneh.Justru sebaliknya.Delia tidak mengatakan apa-apa.Biasanya, setiap kali Rafael menegurnya, Delia akan langsung memberikan penjelasan panjang. Bahkan terkadang gadis itu akan berusaha meyakinkan Rafael bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.Namun kemarin...Delia hanya menjawab seperlunya.Tidak membela diri.Tidak memohon untuk dipercaya.Bahkan ketika Rafael menyebut nama Renata, gadis itu tidak terlihat panik sedikit pun.Rafael mengernyit.Ada sesuatu yang berbeda. Dan entah mengapa, ia mulai memperhatikan perubahan itu.Pagi itu, ketika memasuki kelas, pandangan Rafael tanpa sengaja jatuh ke arah Delia.Gadis itu sedang duduk bersama Nina. Keduanya tampak sibuk membicarakan sesuatu. Sesekali Nina tertawa, kemudian Delia ikut tertawa. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari keberadaan Rafael.Dulu, pemandangan seperti itu hampir must

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 21. Rafael Tahu

    Rafael masih berdiri di tempat yang sama setelah Renata pergi.Kalimat gadis itu terus terngiang di kepalanya.“Kalau kamu benar-benar ingin tahu, tanyakan sendiri kepada Delia.”Rafael mengembuskan napas pelan. Sebenarnya ia tidak ingin ikut campur. Setidaknya, itulah yang berusaha ia yakini. Namun rasa penasaran membuat langkahnya justru membawanya menuju kelas Delia.Di sana, ia melihat Nina sedang membereskan beberapa buku ke dalam tas.“Delia di mana?”Nina yang mendengar suara Rafael langsung menoleh, “Kenapa?”“Aku tanya, Delia di mana?”Nina menatapnya beberapa saat sebelum menjawab, “Udah pulang.”Rafael mengernyit.“Sendirian?”“Nggak.”“Sama siapa?”Nina terlihat ragu.“Bara.”Jawaban itu membuat Rafael terdiam sesaat.“Bara?”Nina mengangguk.“Mereka tadi pergi bareng.”Rafael tidak mengatakan apa-apa lagi.Entah kenapa, mendengar nama Bara membuat perasaannya semakin tidak nyaman.Ia teringat ucapan Renata.‘Delia semakin sering ikut campur urusanku.’Kalau begitu, apa ya

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 20. Masalah Baru

    Sejak kejadian di belakang sekolah, Delia mulai merasa sedikit lebih tenang.Untuk pertama kalinya, ia melihat bukti bahwa masa depan yang selama ini menghantuinya tidak harus terjadi dengan cara yang sama.Renata masih hidup.Tidak ada kecelakaan seperti yang ia ingat.Tidak ada kejadian yang membuat hidupnya berubah dalam satu hari.Mungkin kali ini semuanya benar-benar akan berbeda.Namun, Delia lupa satu hal.Masa lalu mungkin berubah, tetapi orang-orang di dalamnya tetap sama.Termasuk Renata.***Keesokan harinya, suasana kelas terasa seperti biasanya.Beberapa siswa sibuk mengobrol, sebagian lainnya masih menyelesaikan tugas sebelum guru datang.Delia duduk di bangkunya sambil membaca buku. Nina yang berada di sebelahnya beberapa kali melirik ke arah Delia.“Del.”“Hm?”“Semalam kamu dapat pesan aneh lagi?”Tangan Delia yang sedang membalik halaman langsung berhenti.Ia menoleh, “Kenapa kamu tanya begitu?”“Karena wajahmu kemarin kelihatan aneh setelah membaca sesuatu di ponsel

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 19. Takdir Berubah

    Sepanjang perjalanan kembali ke kelas, Delia lebih banyak diam.Pikirannya masih tertinggal di belakang sekolah.Pertemuan dengan Renata dan Tristan tadi berjalan jauh berbeda dari apa yang pernah dialaminya di kehidupan sebelumnya.Tidak ada pertengkaran besar.Tidak ada Renata yang mengejarnya.Tidak ada dirinya yang berlari dalam keadaan panik.Dan yang paling penting...tidak ada kecelakaan.Delia melirik ke arah Nina yang berjalan di sampingnya.Gadis itu terlihat jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Meskipun sesekali masih menghela napas panjang, setidaknya wajahnya tidak lagi sepucat tadi.“Del.”“Hm?”“Untung tadi kamu ikut.”Delia tersenyum tipis, “Kalau aku gak ikut, kamu mau pergi sendirian?”Nina menggeleng cepat.“Enggak mungkin.”“Makanya.”Nina tertawa kecil.Namun Delia hanya membalas dengan senyum tipis.Ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Sesuatu yang tidak bisa ia abaikan.‘Apa yang sebenarnya terjadi?’Dalam kehidupan sebelumnya, hari itu menjadi aw

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 18. Tidak Kali Ini

    Bab 18 Part 2Bab 19Delia membaca situasi yang benar-benar berbeda dari kehidupan sebelumnya.Jika dahulu hanya ada dirinya dan Renata yang mengetahui hubungan terlarang antara Renata dan Tristan, mengapa di kehidupan keduanya justru muncul beberapa saksi baru?Ada Nina.Ada Bara.Bahkan sekarang, mereka semua berada di tempat yang sama.Entah apa yang akan terjadi?Delia menatap Renata yang berdiri tidak jauh di hadapannya. Gadis itu terlihat tenang, seolah tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.Di sampingnya, Tristan juga berdiri dengan wajah yang sulit dibaca.Pemandangan itu membuat Delia kembali teringat pada kehidupan sebelumnya.Hari ketika semuanya bermula.Hari ketika ia memergoki keduanya.Hari ketika Renata mengejarnya.Dan hari ketika takdirnya berubah untuk selamanya.Namun sekarang...Situasinya tidak sama.Delia tidak sendirian.Ia memiliki Nina sebagai saksi. Bahkan Bara yang sama sekali tidak pernah terlibat dalam kejadian tersebut di kehidupan sebelumnya juga b

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 17. Saksi Baru

    Kali ini, dia tidak akan membiarkan siapa pun mati karena kesalahpahaman yang sama. Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di belakang sekolah. Tempat itu cukup jauh dari bangunan utama, bahkan hampir tidak pernah didatangi siswa ketika jam istirahat. Delia menghentikan langkahnya. Matanya menyapu sekitar. Tidak banyak yang berubah. Pohon besar di sisi lapangan masih berdiri kokoh. Bangku kayu yang dulu sering digunakan siswa untuk duduk juga masih berada di tempatnya. Bahkan tembok tua yang catnya mulai mengelupas masih terlihat sama. Semuanya terasa begitu familiar. Terlalu familiar. Delia menelan ludah. Dulu, ia pernah berdiri di tempat seperti ini dengan hati yang sama sekali berbeda. Ia datang sebagai seorang gadis yang tidak mengetahui apa pun. Tidak tahu bahwa satu kejadian kecil akan mengubah seluruh hidupnya. Tidak tahu bahwa setelah hari itu, dirinya akan kehilangan banyak hal. Keluarga. Ketenangan. Harga diri. Dan pada akhirnya, hidupnya sen

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 7. Awal Kehancuran

    Semalam Rafael tidak pulang ke rumah. Delia cukup merasa lega. Setidaknya, ia bisa sedikit lebih bebas. Pagi ini, ia juga berniat pergi ke kantor. Bertemu banyak orang mungkin bisa mengurangi beban pikiran yang ditanggungnya. Setelan kemeja berwarna coklat ia padukan dengan rok span selutut, bl

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 6. Korban

    Rafael yang menjamah tubuh Gladis seketika menghentikan aksinya, gara-gara Delia yang merusak momen bersama Gladis membuat Renata hadir dalam ingatannya. Ia menjambak kasar rambutnya kala mengingat kondisi Renata yang tergeletak berlumuran darah. "Sayang kau akan pergi ke mana? Apa kau tidak ingin

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 5. Luka Baru

    Delia kini tengah duduk di depan jendela kamar. Keadaannya jauh dari kata baik-baik saja.Jika tidak ada Bara–teman Andrew–, mungkin ia masih menangis seperti wanita gila di pinggir jalan.Kini ada satu lagi koleksi luka Delia, kali ini ia melakukannya hingga tiga kali.Tak ada lagi tangisan meraun

  • Pernikahan Tak Diharapkan   Bab 4. Tidak Peduli

    Rafael meleparkan sebuah kunci kepada Delia, "Itu kunci kamarmu!" "Jadi di mana kamarku?" "Kamar pembantu!" Delia hanya mengangguk lalu pergi dari hadapannya. Ia berjalan ke belakang dengan gontai. Seolah tidak ada tenaga untuk menjawab Rafael. Instingnya membawa perempuan tersebut ke sebuah ru

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status