Cukup lama Kila dan Kama menunggu kedatangan Raga, mungkin dua puluh menit. Tapi Kama yakin, Raga sudah memacu motornya melebihi batas. “Bantu aku membawa gadis ini ke markas.” perintah Kama.Raga mematung di tempat, “Markas? Apa tidak berbahaya?” tanya Raga, mencoba untuk berhati - hati.Kama menggeleng, “Dia teman Kila, dia tidak akan berbahaya untuk siapapun,” ucap Kama. Ia membantu Raga mengangkat tubuh TIara ke motor, sebelumnya Kama sudah memerintahkan Raga untuk membawa motor dengan gerobag yang sudah di modifikasi. Motor itu yang sering di gunakan untuk mengangkut hasil kebun, dan motor itu tidak bisa melaju terlalu kencang. Melihat kondisi knalpot yang mengeluarkan asap, Kama tau kalau Raga sudah mengebut dan memaki - maki kecepatan motor itu seperti siput.“Bawa dia ke markas dan minta orang kita untuk memeriksa dan mengobati lukanya.” perintah Kama, ia menutupi tubuh TIara dengan karung dan beberapa rerumputan yang Raga ambil untuk memberi makan kuda. “Ayo, aku antar kam
Read more