Shanum membuka mata perlahan.Cahaya pagi sudah menyelinap masuk dari celah tirai — tipis, keemasan, jatuh miring di atas karpet kamar. Dari luar jendela, suara kota sudah mulai bergerak. Tapi di dalam kamar ini, semuanya masih tenang.Ia berkedip beberapa kali. Membutuhkan beberapa detik untuk sepenuhnya sadar.Lalu mengingat semuanya.Pipinya langsung memanas. Awalnya ia kira, karena sudah pernah menikah dan baginya bukan yang pertama lagi, pasti hal itu akan jadi pengalaman biasa saja. Ternyata oh ternyata. Produk lokal sama luar itu memang beda rasanya. Entah itu stamina atau ukurannya. Shanum sampai dibuat kewalahan. Rasanya bener-bener, ugh! Ngerti kan' maksudnya? Parahnya, ternyata Safran lumayan 'doyan'. Gak cukup sekali. Gak pingsan saja udah untung rasanya. Anehnya, Shanum semalam tidak keberatan sama sekali, malah ikut menikmati. Karena ditengah kepuasannya, Safran juga selalu memikirkan perasaan Shanum. Hal yang dulu tak diberikan Reksa. Ini adalah pernikahan keduanya,
더 보기