Keheningan yang damai itu tidak bertahan lama. Dari balik pintu kayu cendana yang tebal, terdengar suara langkah kaki yang tegas, diikuti oleh ketukan ritmis yang sangat familier di telinga mereka.*Tok! Tok! Tok!*"Ayah, Ibu, apakah kalian di dalam?"Suara bariton yang jernih dan tenang memecah atmosfer erotis di dalam kamar. Itu adalah putra mereka—Kaisar muda yang semalam menjadi topik perdebatan hangat di antara mereka berdua.Shen Jin seketika membelalakkan mata. Rasa kantuk dan lelahnya menguap dalam sekejap, digantikan oleh kepanikan yang luar biasa. Ia mencoba mendorong dada Bai Li Yuan dengan panik, namun pria itu justru mempererat pelukannya, tampak sama sekali tidak terganggu."Yuan! Putra kita di luar!" bisik Shen Jin dengan nada mendesis, wajahnya yang semula memerah karena gairah kini bertambah merah karena malu."Biarkan saja," gumam Bai Li Yuan malas, ia menyurukkan wajahnya ke ceruk leher Shen Jin, menghirup
Leer más