Sesaat setelah kalimat itu terlontar, suasana di dalam aula perjamuan yang semula tenang perlahan berubah. Aroma mesiu yang samar, seolah terbawa angin dingin, memenuhi ruangan dan menciptakan ketegangan yang nyaris dapat disentuh. Para tamu saling berpandangan dengan raut waspada, sementara bisikan-bisikan pelan mulai terdengar dari berbagai sudut aula.Wanita yang baru saja berbicara itu adalah Nona Xia Linyue, putri tunggal dari Kediaman Perdana Menteri Keuangan Klan Xia. Dengan dagu terangkat angkuh dan tatapan yang dipenuhi rasa superior, ia berdiri tegak di tengah kerumunan, memancarkan kebanggaan khas seorang bangsawan yang terbiasa dipuja.Gaun ungu muda yang dikenakannya membuat wajah bulatnya tampak semakin anggun, seolah memancarkan aura seorang peri yang turun dari kahyangan. Sepasang mata besarnya berkilau cerdas, tetapi di balik cahaya itu tersimpan ketajaman yang agresif, seakan mampu menusuk siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama.Shen Jin mengangkat kepalanya p
Read more