Setelah memasuki area Pesta Seribu Bunga, Xiu Jie melangkah dengan tenang di antara deretan paviliun megah yang dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Aroma harum melati, peoni, dan anggrek bercampur dengan semilir angin musim semi, menciptakan suasana yang begitu indah hingga membuat para tamu terlena.Namun, sebelum ia sempat mencapai aula utama, seorang pelayan wanita tiba-tiba muncul dari kerumunan dan membungkukkan tubuh dengan hormat di hadapannya.“Nona Xiu,” ujar pelayan itu dengan suara lembut, “hamba diperintahkan langsung oleh Yang Mulia Selir Xiyue untuk menjemput Anda.”Langkah Xiu Jie terhenti.Sepasang matanya yang jernih menatap pelayan tersebut beberapa saat, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Ia merasa sedikit heran. Seingatnya, Selir Xiyue tidak pernah mengirim seseorang secara khusus untuk menjemputnya.Meski begitu, ia tidak menemukan alasan untuk menolak.“Ah, baiklah,” jawabnya akhirnya.Pelayan itu segera menunjukkan arah dengan sopan.“Mari, Nona. Lewat sini.”
Leer más