"Bagus juga seperti itu. Selama kamu sendiri nggak menolak, maka hidup seperti apa pun juga harus dikendalikan sendiri."Ardika tidak akan atur-atur. Bagaimanapun juga, itu adalah hidup orang lain, sudah seharusnya orang itu yang memutuskan sendiri."Kamu benar-benar baik. Saat bersamamu, aku merasa sangat rileks, seakan-akan apa pun yang kulakukan, kamu nggak akan mengataiku."Mungkin karena selama ini hidup Kesya selalu terkekang, membuatnya kehilangan jati dirinya.Saat menghadapi hal-hal tertentu, dia akan secara naluriah menjalankannya sesuai dengan cara yang dulu.Namun, lambat laun dia juga menjadi kehilangan kepribadiannya sendiri, kehilangan pemikiran gegabah yang bisa mengubah segala sesuatu.Baginya, mungkin semua hal ini sangat sulit, tetapi dia tetap sangat ingin mengubah dirinya sendiri."Jujur saja, kita berdua benar-benar seperti teman yang baru saling kenal. Aku sama sekali nggak berhak untuk atur-atur kamu. Cara berinteraksi seperti ini memang sudah seharusnya. Kalau
Baca selengkapnya