"Aku juga tahu kamu sibuk, kamu urus saja urusanmu, nggak perlu memedulikanku."Kesya selalu sangat pengertian. Saat Mira sibuk, dia juga tidak akan mengganggu."Kalau begitu, kamu makan dulu di sini, ya. Kalau kamu sudah mau pergi, telepon aku. Dan, jangan berkeliaran, ya. Belakangan ini, di sini cukup ramai."Saat Mira hendak pergi, dia tiba-tiba teringat apa yang dipesan oleh Andelin.Dia tidak tahu bagaimana caranya mengatakan hal ini.Pada akhirnya, dia duduk kembali, lalu mengambil gelas anggur dan meneguknya seteguk."Ada apa? Bibi Mira, apa masih ada urusan lain lagi?"Melihat perilaku Mira itu, Kesya merasa agak gelisah."Hari ini dijadwalkan untuk menjamu beberapa orang tuan muda keluarga besar, mereka semua berniat untuk dijodohkan denganmu."Mira tahu dia tidak bisa menghindar dari hal ini, jadi dia hanya bisa memaksakan dirinya untuk membicarakannya."Sekarang aku belum ingin menikah. Aku baru saja putus dengan Linko, nggak ada pemikiran apa pun soal hubungan asmara."Kesy
Baca selengkapnya