Ardika pasti akan sangat membencinya, 'kan?"Aku benar-benar nggak berguna, sepertinya aku memang selalu begini."Kesya bersandar di samping jendela, melihat ke luar jendela dengan tatapan menyedihkan. Namun, dia tidak berani keluar.Dia juga bukannya tidak berani keluar, hanya saja tidak ada tempat yang bisa dia tuju.Mungkin hanya ada segelintir teman yang tulus. Yah, kalaupun hubungannya dengan mereka sangat baik, tetapi mereka juga tetap waspada, tidak sepenuhnya terbuka.Sangat sulit untuk menemukan teman yang tulus.Linko telah menyakiti hatinya. Lambat laun, dia juga tidak ingin berinteraksi dengan teman-teman lagi.Hanya saja teringat akan Ardika, dia baru merasa hatinya seperti terpanggil.Awalnya mereka memang saling tidak mengenal, kebetulan duduk di kereta yang sama, juga tidak terlalu banyak berinteraksi.Namun, karena di saat Linko ingin memukulnya, Ardika langsung maju untuk menyelamatkannya, itu membuat perasaan Kesya terhadap Ardika mengalami perubahan.Dia selalu mera
Read more