"Oh, nggak ada maksud apa-apa, hanya mau lihat apakah kamu akan menyesali perbuatanmu."Ardika tiba-tiba berbicara seperti itu, membuat suasana di dalam ruang pribadi tersebut berubah menjadi tegang.Gadis-gadis itu sangat mengerti caranya meredakan ketegangan. Karena itulah, satu per satu dari mereka segera mengambil botol anggur dan mulai membujuk.Mereka tidak memedulikan hal-hal itu, mereka hanya tahu selama pelayanan mereka bagus, para tamu baru akan memberi mereka bonus."Ya ampun, Pak Ardika, kalau ada apa-apa, bisa dibicarakan secara baik-baik. Untuk apa marah? Itu nggak baik untuk kesehatan.""Pak Ardika, ayo kita minum bersama.""Pak Ardika, biar aku suapi kamu makan anggur."Satu per satu dari beberapa orang wanita itu langsung menggunakan segala macam trik yang mereka kuasai, melakukan yang terbaik untuk menjilat Ardika.Alendo mulai hanyut dalam pemikirannya sendiri, tidak tahu bagaimana caranya menangani hal ini.Dia tidak tahu identitas lawan bicaranya itu, jadi sedari t
Read more