Sore itu, Devon menjemput Devano dari tempat penitipan anak, dan ternyata Sarah juga baru sampai di tempat tersebut. Devano merengek agar mereka menghabiskan sore di taman kota. Akhirnya Sarah menuruti saja, begitupun dengan Devon.Kini, keduanya sudah duduk di sebuah kursi taman dengan posisi saling berjauhan. Tak ada kata yang terucap dari mereka, padahal keduanya sama-sama ingin mengutarakan sesuatu.“Jadi, kamu sudah memutuskan?” pertanyaan tiba-tiba dari Devon membuat Sarah mengangkat wajahnya menatap ke arah lelaki tersebut.Devon tampak santai, tatapan mata lelaki itu masih lurus ke depan, menatap ke arah Devano yang sedang asyik bermain dengan beberapa anak seusianya.“Devon….” Sarah melirih.“Tidak perlu panjang lebar. Kamu hanya perlu menjawab, ya, atau tidak.” Sarah menghela napas panjang. “Apa yang terjadi jika kita menikah?”Devon menatap Sarah seketika. Gerakan jakunnya naik turun, seakan sedang menelan ludah dengan susah payah. “Tak banyak.”“Sebutkan.” Sarah menuntut
Last Updated : 2026-01-27 Read more