MasukDiperkosa, dihamili, dan dicampakan, tak cukup sampai disana, Sarah juga dituduh sebagai perempuan murahan yang hobby menjajakan dirinya dan menggoda banyak pria. Belum lagi kenyataan bahwa ia harus berurusan dengan lelaki yang tak berhenti menyakiti hati dan pikirannya. Lelaki yang bernama Devon Daniswara. Ayah dari puteranya. Disisi lain, Devon sedang berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan aset keluarganya agar tetap berada dalam kuasanya. Pasalnya, untuk mempertahankan semua itu, ia harus memiliki anak untuk dijadikan sebagai penerus keluarga Daniswara. Berbagai macam cara Devon lakukan untuk mendapatkan seorang keturunan, tapi bagaikan sebuah kurtukan, semuanya nihil tak berhasil. Hingga kemudian, ia mendapati suatu fakta, bahwa ia sudah mendapatkan keturunan tersebut dari seorang perempuan yang dulu pernah ia campakan, perempuan yang bernama Sarah. Bagaimana kisah cinta keduanya?
Lihat lebih banyakSarah membungkukkan tubuhnya, bertumpu pada ranjang rumah sakit ketika kontraksi mulai menghantamnya. Devon berada di belakangnya, setia mengusap punggung bawahnya. Sesekali meminta Sarah mengatur pernapasannya.“Kamu yakin mau melakukan ini? kita bisa meminta caesar agar kamu tidak kesakitan seperti ini.” Devon kembali mengingatkan.“Tidak. Aku suka normal.”“Tapi aku nggak tega lihat kamu kesakitan begini.”Sarah tersenyum. “Sepertinya, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kelahiran Devano pada waktu itu?”“Benarkah? Dan kamu melakukannya sendiri?”Sarah tersenyum. “Ya, hanya di rumah bidan, bukan di rumah sakit besar seperti ini.”“Brengsek.” Devon mengumpat pelan pada dirinya sendiri. Sarah kembali merasakan kontraksi, dan Devon mengusap punggung belakang wanita itu lagi.“Sepertinya sudah waktunya. Bisakah kamu….” Sarah menghentikan kalimatnya ketika merasakan sesuatu mengucur melewati kakinya. Devonpun melihatnya dan tampak ternganga dibuatnya. “Astaga, ketubannya!” Sarah
“Aku akan kembali.” Belum juga Devon membuka suaranya, Sarah sudah mendahuluinya, hingga membuatnya menatap ke arah Sarah seketika.“Maksudmu?”“Aku akan kembali padamu, dan melupakan semuanya. Aku tidak akan menuntut lebih. Aku hanya mau kamu menyayangi anak-anakku dengan tulus. Hanya itu.” Suara Sarah bergetar, mata Sarah mulai berkaca-kaca. Seorang ibu memang tak perlu mengharapkan cinta untuk dirinya sendiri, karena lebih baik cinta itu dicurahkan pada anak-anaknya. Sarah rela hidup dengan Devon tanpa cinta dari lelaki itu, asalkan anak-anaknya mendapatkan cinta dan kasih dari ayah mereka.“Aku datang menemuimu tadi siang karena aku akan memintamu untuk pulang dan kembali ke sisiku. Tapi emosiku tersulut karena kedatangan pria itu.”“Dia teman Risa. Aku dikenalkan dengannya karena aku akan kerja menjadi kasir di salah satu tokonya.” Jelas Sarah.“Maaf, aku sudah berpikir terlalu jauh.” Devon tampak sangat menyesal.“Bukan salahmu.” Ucap Sarah kemudian.Tiba-tiba, Devon bangkit, la
Devon duduk dengan tenang di kursi yang telah disediakan di depan IGD, meski ia tampak tenang, tapi sebenarnya ia khawatir. Amat sangat khawatir. Arman dan si Bibi yang membawa Devano ke IGD berdiri jauh dari tempatnya duduk. Sedangkan Sarah tak berhenti berjalan mondar-mandir dengan tangis di wajahnya.Sialan! Apa yang sudah ia lakukan? Bagaimana mungkin ia membiarkan Sarah pergi dari sisi Devano? Semua ini adalah salahnya. Jika ada yang harus pergi, maka itu adalah dirinya, bukan Sarah. Kini Devon benar-benar menyadari kesalahan terfatalnya.Tak lama, pintu IGD dibuka, seorang suster keluar dan memanggil “Keluarga anak Devano?”Sarah menghampiri suster tersebut, pun dengan Devon. Keduanya dipersilahkan masuk menuju ke sebuah bilik tempat Devano mendapatkan penanganan. Di sana sudah ada seorang dokter dan bersiap menjelaskan keadaan Devano pada Sarah dan Devon.“Devano kejang karena panas yang terlalu tinggi, tapi dia anak yang kuat dan bisa bertahan. Kami sudah memberi obat penurun
Malam itu, Devon baru pulang dari kantor. Ia segera melemparkan dirinya ke atas ranjangnya. Rasa lelah menghampirinya, dan ia semakin lelah ketika ia tidak mendapati seseorag menyambut kedatangannya.Sial! Jika ada Sarah, mungkin wanita itu akan menyambutnya. Memaksanya untuk segera mandi lalu makan malam bersama. Devon merindukan hal itu.Sial!Devon lalu bangkit, ia menuju ke arah meja kerjanya. Dan meraih sebuah amplop yang ada di sana. Itu adalah suat dari Sarah yang dikirimkan wanita itu dua minggu yang lalu. Sarah mengirimkan alamatnya di sana, mungkin wanita itu berharap bahwa ia akan mengirimkan surat cerai untuk wanita itu. Tapi Devon tak akan melakukannya. Devon tak akan pernah melakukannya.Devon duduk di kursinya, membuka amplop itu lagi. Di sana Sarah juga mengirimkan foto hitam putih hasil USGnya. Devon mengamati foto itu. Entah kenapa hal itu menjadi hal yang begitu digemari Devon akhir-akhir ini. Jantung Devon berdebar kencang setiap kali melihat foto tersebut. Sebua
Malam itu menjadi malam pertama Sarah tidur terpisah dengan Devon. Sarah memilih tidur di kamar Devano. Hingga dini hari, Devon tidak mencarinya. Sarah tahu bahwa Devon memang sengaja untuk tidak mencarinya dan membiarkan ia tidur di kamar Devano.Sepanjang malam Sarah berpikir, sebenarnya apa yang
Sarah segera mengikuti kemana Devon pergi. Lelaki itu segera masuk ke kamar mereka dan sarah segera mengikutinya serta bertanya apa yang terjadi? Kenapa lelaki itu bersikap seperti itu padahal mereka sedang kedatangan tamu yaitu Putra. Tapi belum sempat Sarah bertanya pada Devon, Devon sudah memban
Pagi itu, Sarah terbangun pagi-pagi sekali seperti biasanya. Ia sedikit terkejut ketika membuka mata dan mendapati sosok Devon yang masih tertidur pulas di hadapannya dengan Devano yang ada di tengah-tengah mereka. Kemudian bayangan hari sebelumnya terlintas dikepalanya. Bahwa ia dan Devon sudah me
Sarah segera membalikkan tubuhnya, ia ingin meninggalkan tempat itu sebelum dirinya menangis tersedu-sedu karena sebuah keharuan. Tapi baru saja ia satu langkah meninggalkan pintu tersebut, Suara Devon menghentikan langkahnya.“Mau kemana?” tanyanya.Sarah hanya membatu, ia tidak tahu harus menjawa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan