Sesampainya di sana, Nathan mengeluarkan dua buah legendaris terakhir dari Cincin Ruang, lalu menyerahkan masing-masing satu kepada Bonang dan Kieran.Tak lama setelah buah itu ditelan, cahaya lembut memancar dari tubuh keduanya. Tulang yang patah, urat yang rusak, hingga luka dalam yang sebelumnya nyaris mustahil disembuhkan mulai pulih dengan kecepatan yang terlihat jelas.Bonang melompat turun dari ranjang dengan wajah penuh keterkejutan. Ia mengepalkan tangannya beberapa kali sambil merasakan energi yang terus mengalir di dalam tubuhnya. "Nathan, benda apa yang kau berikan padaku? Khasiatnya benar-benar luar biasa. Rasanya tenagaku terus bertambah tanpa henti."Di sisi lain, Kieran juga telah bangkit. Meski tubuhnya telah pulih sepenuhnya, ekspresinya justru berubah canggung."Kak Nathan, aku juga merasakan energi yang sangat besar di dalam tubuhku." Ia mengernyit sambil memegang dada. "Rasanya seperti kekuatan itu terus membengkak, tubuhku hampir tidak sanggup menahannya.""Buah
Read more