Seolah menyadari kesedihan Mera, ekspresi wanita tua yang semula dingin perlahan melunak. “Mera, keluarlah dulu. Ada sesuatu yang benar-benar ingin kubicarakan dengan Nathan. Kondisinya sekarang bahkan belum cukup kuat untuk berdiri sendiri. Sekalipun kau mengembalikan senjatanya, dia belum tentu sanggup mengangkatnya. Jadi, biarkan busur itu tetap tersimpan untuk sementara waktu.”“Baik, Nek.” Mera mengangguk, lalu melirik Nathan.Setelah Nathan memberi isyarat agar dia keluar, Mera pun meninggalkan ruangan.Nathan sendiri tidak tahu apa yang ingin dibicarakan wanita tua itu dengannya. Namun, dia menduga wanita itu tidak berniat menyakitinya. Bagaimanapun, dia telah tak sadarkan diri selama tiga hari. Jika wanita tua itu ingin mencelakainya, tentu dia sudah melakukannya sejak awal.Setelah Mera pergi, wanita tua itu memasuki ruangan.Meskipun buta, Nathan masih bisa merasakan aura kuat yang terpancar dari tubuhnya.“Siapa sebenarnya dirimu?” tanya wanita tua itu.“Lalu, siapa sebenar
Leer más