Sementara itu, Nathan masih bertarung sengit melawan Kaidar. Kedua bilah pedang beradu tanpa henti, memercikkan cahaya di tengah bentrokan energi yang terus meningkat.Kaidar memang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi, namun semakin lama pertarungan berlangsung, semakin sulit baginya mengendalikan jalannya pertempuran.Wajah Kaidar semakin muram. Dia mempercepat serangannya, mengayunkan pedang panjang dengan gerakan licin dan mematikan, menyerupai ular berbisa yang terus mencari celah untuk menerkam.Di tengah kekacauan tersebut, tak seorang pun menyadari perubahan yang terjadi di langit Sektor Bayangan Aula Luminaris. Sebuah lubang hitam telah terbentuk di ketinggian dan perlahan menyerap aura yang terpancar dari medan pertempuran.Aura kemarahan, niat membunuh, hingga jiwa orang-orang yang gugur tersedot ke dalamnya. Namun, semua orang terlalu sibuk bertarung untuk menyadari keberadaan lubang hitam itu.Semakin banyak korban berjatuhan dan semakin sengit pertempuran berlangsung,
Baca selengkapnya