Cahaya beriak saat tubuhnya menyentuh batas formasi. Dalam sekejap, sosoknya lenyap dari pandangan Arkhon.Arkhon mengawasi tempat Nathan menghilang dengan wajah tegang. Jika pria itu benar-benar terjebak di dalam formasi, inilah kesempatan terbaik baginya untuk melarikan diri. Tanpa Nathan yang mengawasi, dia bisa segera meninggalkan tempat itu sebelum terlambat.Namun, ingatannya tentang tanda yang ditanamkan Nathan di antara kedua alisnya membuat langkahnya tertahan. Jika dia nekat kabur, tanda itu mungkin akan meledak dan menghancurkan kepalanya.Lagi pula, Nathan sudah berani membiarkannya melewati formasi terlebih dahulu, yang berarti pria itu pasti memiliki keyakinan untuk mengatasinya. Arkhon akhirnya mengurungkan niatnya. Dia memilih menunggu sambil sesekali menatap penghalang di hadapannya.“Nathan... Nathan!” Dia memanggil dengan suara tertahan, tetapi tidak mendapat jawaban. Sosok Nathan tetap tidak terlihat, membuat kecemasan Arkhon semakin menjadi-jadi. Jika Nathan bena
Baca selengkapnya