Doni terdiam sejenak. Dia mabuk, dia emosional, dan dia paranoid. Tawaran Dona terdengar seperti benteng pertahanan terakhir."Kamu yakin itu aman?""Sangat aman, Mas. Aaron yang menyarankannya. Dia pakai cara ini untuk mengamankan asetnya dari pajak. Mas percaya padaku, kan?""Aku percaya padamu, Dona. Lakukan. Lakukan sekarang juga. Kosongkan semuanya. Sisakan nol rupiah untuk pelacur itu.""Baik, Mas. Aku butuh kode OTP yang akan masuk ke ponsel Mas sekarang untuk akses internet banking prioritas Mas. Dan tanda tangan digital untuk pencairan deposito."Ting.Pesan berisi 6 digit angka masuk ke ponsel Doni. Tanpa ragu, tanpa berpikir dua kali, Doni membacakan angka-angka itu."Enam... Delapan... Satu... Sembilan... Kosong... Empat.""Terima kasih, Mas," suara Dona terdengar tersenyum. "Proses sedang berjalan. Tidurlah yang nyenyak. Besok pagi, Jihan akan mendapati brankas bank kosong melompong.""Terima kasih, Sayang. Kamu penyelamatku. Aku mencintaimu."Doni mematikan telepon, lalu
Terakhir Diperbarui : 2025-12-07 Baca selengkapnya