"Benar. Tapi Tulang Naga seorang pendendam dan ia masih punya dendam kesumat kepada Ki Galak Gantung. Bukankah kakaknya dulu dibunuh oleh Ki Galak Gantung?""Aha, pikiran yang bagus itu, Baraka! Baru sekarang terpikirkan olehku tentang dendam si Tulang Naga kepada Galak Gantung, bahkan bisa jadi ia juga mendendam kepada gurumu; Setan Bodong.""Itu yang kucemaskan, Resi. Karena aku harus segera menyusul si Tulang Naga sebelum ia mengamuk di Bukit Wangi.... Sebab ratuku ada di sana!" sahut Kinanti."Kalau begitu....""Sayur lodeh buat rebus angkin, mertua gawat berurat kawat. Perut lapar masih bisa disumpal angin, tapi nyawa sahabat tak bisa dibiarkan lewat."Baraka menimpali dengan pantunnya, "Sayur lodeh di dalam mangkuk, ambil garam sekarung tuang semua...."Baraka diam berpikir, lalu sang Resi bertanya, "Apa artinya?""Artinya, sayur lodeh itu pasti asin sekali!"Kinanti tertawa geli hingga terkikik-kikik. Baru sekarang Barak
Leer más